3 Strategi Jitu Spread Forex yang Menguntungkan

Spread forex merupakan istilah yang digunakan untuk menentukan perbedaan antara harga beli dan harga jual saat trading. Besaran nilai spread sendiri sangatlah bervariasi, bisa mengalami penyempitan ataupun pelebaran dengan batasan yang berbeda-beda. Spread ini dikenal dengan istilah floating spread.

Spread telah menjadi penentu penghasilan setiap broker. Spread yang luas akan menyebabkan pembayaran trading semakin besar, begitu juga sebaliknya. Saat melakukan sell, biasanya broker akan mengenakan spread mulai dari 2 hingga puluhan poin. Meski begitu, ada juga broker yang menerapkan fixed spread.

Sebagai seorang pemula, trader harus waspada terhadap spread yang ada. Jika tidak berhati-hati, maka Anda akan mengalami loss dalam jumlah besar. Untuk itu, berikut telah kami kumpulkan beberapa strategi trading spread yang memberikan banyak keuntungan.

Memilih Pasangan dengan Likuiditas Tinggi

Strategi pertama yang perlu Anda terapkan dalam trading forex yaitu memilih pasangan mata uang. Agar mendapatkan banyak keuntungan ketika terjadi spread, maka sebaiknya pilihlah pasangan mata uang yang memiliki likuiditas tinggi. Pada kondisi normal, mata uang tersebut bisanya memiliki spread rendah sehingga pembayarannya pun rendah.

Adapun pasangan mata uang dengan likuiditas tinggi di pasar forex yaitu EUR/USD (Dolar Euro), GBP/USD (Dolar Pound), USD/JPY (Dolar Yen) dan USD/CHF (Dolar Swiss Franc). Keempat pasangan mata uang tersebut memiliki volume perdagangan tinggi. Meski begitu, pada kondisi tertentu spread forex bisa melebar.

Sementara untung pasangan mata uang dengan spread tinggi yaitu USD/MXN (Dolar AS dan Peso Meksiko), USD/RUB (Dolar AD dan Rubel Rusia) serta USD/ZAR (Dolar AS dan Rand Afrika). Karena memiliki spread yang tinggi, trader biasanya memperdagangkan mata uang tersebut tanpa leverage atau dengan leverage rendah.

Memperhatikan Faktor yang Memengaruhi Spread Forex

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa spread pasangan mata uang dikelompokkan menjadi dua berdasarkan likuiditasnya. Likuiditas yang kurang tinggi pada pasangan mata uang bisa memicu pelebaran spread. Meski begitu, spread juga bisa mengalami perubahan karena faktor lain seperti volatilitas, spread dan berita.

Volatilitas sendiri sebaiknya sangat berhubungan dengan likuiditas pasangan mata uang. Biasanya, volatilitas pada pasar forex disebabkan oleh perilisan data ekonomi terbaru sebuah negara, CPI ataupun NFP. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh adanya berita terbaru yang memengaruhi nilai mata uang.

Pada beberapa kondisi, spread juga bisa dilebarkan oleh penyedia likuiditas. Pelebaran ini biasanya terjadi ketika akan ada berita populer terkait sebuah peristiwa penting. Pelebaran likuiditas merupakan bentuk antisipasi yang dilakukan oleh penyedia likuiditas untuk mengimbangi dampak berita akan tayang tersebut.

Setelah kedua perubahan di atas, spread juga bisa kembali ke nilai rata-ratanya. Hal ini biasanya terjadi beberapa menit setelah pelebaran ataupun penyempitan. Oleh sebab itu, trader sebaiknya bersabar ketika terjadi pelebaran spread forex dan menunggu spread menyempit untuk melakukan transaksi forex.

Memperhatikan Waktu Trading

Strategi lainnya yang bisa Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan ketika terjadi spread yaitu memperhatikan waktu trading. Pada saat sesi pasar forex, baik sesi Asia, Amerika ataupun Eropa terbuka, spread biasanya berada pada titik terendah. Hal ini disebabkan karena volume pasangan mata uang yang diperdagangkan tinggi.

Spread forex juga bisa menjadi lebih sempit ketika sesi Amerika dan Eropa terbuka secara bersamaan (overlap). Pasangan mata uang dengan spread sempit pada kondisi ini yaitu EUR/USD. Kondisi ini biasanya terjadi mulai dari jam 8 pagi hingga 11 malam pada waktu bagian timur.

Sementara itu, pada saat sesi Asia mata uang dengan likuiditas paling tinggi dan spread rendah adalah pasangan USD/JPY. Saat memperdagangkan mata uang ini, pastikan Anda telah membaca berita ekonomi terlebih dahulu sehingga mengetahui kemungkinan spread yang terjadi.

Pada dasarnya, spread dipengaruhi oleh likuiditas, volatilitas dan berita seputar ekonomi maupun non ekonomi yang berdampak pada perdagangan mata uang secara global. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan bahwa spread ketika Anda membuka transaksi bisa berbeda dengan waktu menutup transaksi.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan trading namun masih belum menemukan broker bisa bergabung dengan broker forex Didimax. Sebagai broker forex terbaik, Didimax menawarkan kemudahan pendaftaran. Anda juga bisa mendapatkan informasi lanjutan terkait spread forex jika masih memiliki banyak pertanyaan.

PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini