
Dibanding harga penutupan perdagangan minggu lalu, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.462,37 /troy ons atau naik 0,27%.
Kesepakatan dagang antara AS dan China kini menghadapi hambatan dan mengalami ketidakpastian.
Pada hari Kamis (7/11/2019), pejabat kedua negara besar tersebut merilis bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk menghilangkan bea masuk yang dikenakan untuk berbagai produk AS dan China sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan dagang.
Perihal tersebut dibantah oleh Presiden AS, Donald Trump. Melansir Reuters, Trump menyatakan bahwa dirinya belum menyetujui pencabutan tarif tersebut. Ia menyatakan jika, “China ingin bea masuk dicabut, walaupun tidak seluruhnya karena mereka tahu saya tidak akan melakukannya dan saya belum menyetujui apapun.
Peter Navarro yang merupakan Penasehat Perdagangan Gedung Putih menegaskan dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network. “Tidak ada kesepakatan untuk saat ini yang menghapus semua tarif yang diberlakukan, sebagai keadaan untuk kesepakatan fase pertama,” ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (8/11/2019).
Pemerintah China dan Pemerintah AS sebelumnya memang tengah membincangkan mengenai kesepakatan damai perdagangan yang telah dimulai sejak Oktober lalu. Dari pertemuan yang langsung dihadiri Presiden AS Donald Trump dan PM China itu, keduanya mengaku sepakat pada sejumlah hal yaitu AS yang bersedia membatalkan salah satu kebijakan tarifnya pada barang China yang berlaku di Oktober.
https://www.youtube.com/watch?v=zJlMT2e2m5A
Walaupun demikian, penandatanganan secara resmi topik pertemuan tak kunjung terjadi. Awalnya penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama kedua negara akan dilakukan di pertemuan puncal APEC yang diadakan pertengahan November di Chile. Dengan keamanan Chile yang buruk akibat demonstrasi terus menerus membuat rencana ini dibatalkan.
Banyak lokasi yang akan menjadi tempat alternatif contohnya London, Iowa dan Hawai. Tapi belum ada pemberitahuan resmi dari Beijing dan Washington. Trump sempat menyebut pertemuan akan dilakukan Desember nanti. Sebenarnya kenaikan tarif tidak hanya berlaku pada barang China di Oktober saja.
AS juga akan memberlakukan kenaikan pada US$ 156 miliar barang China Desember nanti. Aturan ini akan dikenakan pada barang-barang seperti ponsel, komputer laptop, dan mainan. Dalam setiap wawancara dengan media, China terus menegaskan keinginan agar tarif lain yang diberlakukan AS juga segera dicabut.
Data ekonomi China yang mengecewakan juga menjadi penyebab harga emas naik. Angka Indeks Harga Produsen (PPI) China yang menunjukkan profitabilitas korporasi melemah 1,6% pada Oktober.
Penurunan tersebut merupakan kontraksi yang terdalam sejak Juli 2016 melebihi perkiraan analis yang terkontraksi hanya 1,5%.






