Dolar AS Kembali Menguat Terhadap Sejumlah Mata Uang Utama

Dolar AS Kembali Menguat Terhadap Sejumlah Mata Uang Utama

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan pasar valuta asing Rabu (Kamis pagi WIB). Mata uang Negeri Paman Sam ini terangkat oleh data positif Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan yang lemah karena ketidakpastian kemungkinan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-China.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sedikit meningkat pada kuartal ketiga, bukannya melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya, dikarenakan laju akumulasi persediaan yang lebih kuat dan penurunan investasi bisnis yang kurang tajam.

Data terpisah juga menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan Amerika Serikat yang meningkat paling banyak dalam sembilan bulan terakhir pada bulan Oktober dan pengiriman yang berbalik meningkat.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat telah memotong suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini dan mengindikasikan siklus pelonggaran kreditnya mungkin akan berhenti. Ini merupakan tanda-tanda kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang memberikan kepercayaan pada para pedagang bahwa bank sentral akan mempertahankan biaya pinjaman agar tidak berubah untuk saat ini.

“Hal lainnya adalah pada akhir pekan untuk pasar Amerika Serikat, tidak ada yang mau melakukan eksposur jangka pendek terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) memasuki akhir pekan Thanksgiving,” ujar Esparza.

https://www.youtube.com/watch?v=zJlMT2e2m5A

Indeks Dolar Amerika Serikat, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sebesar 0,15 persen menjadi 98,399. Sedangkan Yen Jepang (JPY) kini sedang disukai oleh para investor yang sedang gelisah, telah goyah dalam perdagangan sesi terakhir karena pasar ekuitas yang melonjak.

Pada hari Rabu kemarin, Dolar Amerika Serikat (USD) naik sebesar 0,47 persen menjadi 109,54 Yen Jepang (JPY).

Sementara itu, Poundsterling (GBP) naik sebesar 0,31 persen, bangkit dari level terendah setelah jajak pendapat ketiga berturut-turut yang menunjukkan penyempitan keunggulan untuk Partai Konservatif yang memerintah sebelum pemilihan Inggris pada tanggal 12 Desember.

Indeks memotong kenaikan setelah rilis data Amerika Serikat, namun tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatile, sehingga menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik sebesar 0,1 persen pada bulan lalu setelah sebelumnya tidak berubah pada September.

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

“Kenaikan sebesar 0,1 persen dalam bulan ke bulan pada deflator PCE inti ini membuat tingkat inflasi inti yang disukai The Fed jauh di bawah target, yakni hanya sebesar 1,6 persen. Itu menggarisbawahi bahwa suku bunga tidak mungkin untuk dinaikkan lagi pada masa mendatang,” tambah ekonom senior Amerika Serikat, Andrew Hunter di Capital Economics.

Disisi lain, laporan baru-baru ini mengabarkan bahwa Amerika Serikat dan China telah mendekati kesepakatan fase pertama dari kesepakatan perdagangan yang telah membantu mendukung sentimen risiko. Namun masih banyak ketidakpastian tentang prospek pembicaraan perdagangan tersebut.

Ketegangan perdagangan yang melekat umumnya mendukung greenback, karena para investor memandang Amerika Serikat sebagai posisi yang relatif baik untuk menghadapi perang perdagangan.

REWARD AKHIR TAHUN DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *