
Berita trading forex terbaru hari ini – Pada perdagangan Senin (16/12/2019), nilai tukar yen Jepang melemah kembali melawan dolar AS tapi masih terbatas.
Pada pukul 10:13 WIB, yen diperdagangkan di level 109,37/US$, melemah tipis 0,01% di di pasar spot, berdasarkan data refinitiv.
Amerika Serikat dan China yang mencapai kesepakatan dagang fase satu yang membuat yen kurang menarik. Dimana Yen adalah mata uang yang menyandang status aset aman atau safe haven yang daya tariknya akan meningkat ketika pasar finansial penuh ketidakpastian.
Walaupun demikian, pelaku pasar masih kurang cocok dengan kesepakatan dagang fase satu. Hal itu dikarenakan kesepakatan tersebut belum ditandatangani oleh kedua belah pihak, yang berarti belum akan berlaku.
Robert Lighthizer yang merupakan Kepala Perwakilan Dagang AS menyatakan jika kedua negara memiliki rencana untuk memformalisasi kesepakatan dagang tahap satu tersebut pada minggu pertama Januari 2020. Hal ini yang membuat pelemahan mata uang negeri Sakura ini masih terbatas.
Lighthizer pada kesepakatan dagang fase satu menyebutkan China berjanji untuk membeli barang dan jasa AS senilai US$ 200 miliar dalam kurun waktu dua tahun ke depan. China juga akan membeli produk pertanian AS senilai US$ 32 miliar. Sementara itu, China juga akan melakukan pembelian produk pertanian senilai US$ 5 miliar di luar angka-angka tersebut
Tercapainya kesepakatan dagang fase satu antara Amerika Serikat dan China juga diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump dalam akun Twitternya.
https://www.youtube.com/watch?v=Y1l-4-tAzCE
“Kami sudah menyetujui kesepakatan fase satu yang begitu besar dengan China. Mereka sepakat untuk melakukan berbagai perubahan struktural serta pembelian besar-besaran atas produk pertanian, energi, dan manufaktur AS. Bea masuk dengan tarif 25% tetap tidak berubah, tetapi sisanya (turun) menjadi 7,5%.”
Donal Trump juga mengatakan bea masuk importasi produk dari China yang semestinya berlaku pada 15 Desember resmi dibatalkan.
Trup mencuit dalam twitter jika “Rencana pengenaan bea masuk baru pada 15 Desember tidak akan terjadi sebab pada kenyataannya kami sudah membuat kesepakatan. Kami akan memulai kesepakatan untuk fase II sesegera mungkin, tidak menunggu setelah Pemilu 2020. Ini adalah kesepakatan yang luar biasa bagi kita semua. Terima kasih!”
Hingga kini pelaku pasar tinggal menunggu kesepakatan fase satu tersebut ditandatangani, sembil berharap tidak ada lagi peningkatan hubungan dagang kedua negara.






