Yen Kembali Menguat Disaat The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga

Yen Kembali Menguat Disaat The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga

Nilai tukar Yen Jepang kembali menguat melawan Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar valuta asing hari Selasa, 03 Maret 2020 setelah membukukan kinerja impresif pada pekan lalu.

Pada pukul 9:27 WIB, Yen diperdagangkan di kisaran level 108,07/US$, menguat sekitar 0,21% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sepanjang pekan lalu, Yen berhasil menguat sekitar 3,17%, sementara Senin kemarin terkoreksi sekitar 0,21%.


Yen merupakan aset yang dianggap aman (safe haven), dan kerap kali menjadi target investasi jika terjadi gejolak geopolitik maupun di pasar finansial. Wabah virus corona memicu gejolak tersebut pada beberapa pekan terakhir, tetapi bukan itu yang menjadi pemicu utama penguatan Yen belakangan ini.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Buktinya, dua pekan lalu mata uang Negeri Sakura ini masih berada di level terlemah dalam 10 bulan terakhir melawan Dolar AS. Baru pada pekan lalu Yen mampu memukul balik Dolar AS hingga menyentuh level terkuat dalam 4 bulan.

Penyebab begitu perkasanya Yen melawan Dolar yakni karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang mengindikasikan bahwa mereka akan mengambil langkah guna meredam dampak virus corona terhadap perekonomian.

Pimpinan The Fed, Jerome Powell, pada hari Jumat lalu mengatakan akan “bertindak sesuai kebutuhan” untuk membantu perekonomian. Usai pernyataan tersebut, pasar langsung menilai bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif di tahun ini.

https://www.youtube.com/watch?v=r4FpLfUAzq4

Sumber mewartakan, ekonom Goldman Sachs memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan Maret menjadi 1-1,25%. Dan sepanjang tahun ini suku bunga di prediksi akan dipangkas sebanyak 100 bps hingga menjadi 0,5-0,75%.

Prediksi Goldman tersebut diperkuat dengan adanya data dari piranti FedWatch milik CME Group, dimana para pelaku pasar melihat probabilitas 100% bahwa bank sentral pimpinan Jerome Powell itu akan memangkas suku bunga sebesar 50 bps bulan ini. Kemudian di bulan Desember, ada probabilitas sebesar 38,1% suku bunga The Fed berada di 0,5-0,75%. Probabilitas tersebut menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan yang lainnya, itu artinya para pelaku pasar juga sejalan dengan prediksi ekonom dari Goldman Sachs.

Jika hal tersebut benar terjadi, maka itu akan menjadi kejutan lagi di pasar finansial, mengulangi kejutan The Fed pada tahun lalu. Di awal tahun lalu, The Fed masih berencana menaikkan suku bunga, tetapi pada akhirnya memangkas suku bunga sebanyak 3 kali, masing-masing sebesar 25 bps. Sementara di awal bulan ini, The Fed masih menegaskan bahwa mereka akan menahan suku bunga sekitar 1,5-1,75% di tahun ini, tetapi kini diprediksi akan agresif memangkas suku bunga. Hal inilah yang menyebabkan Dolar kembali tertekan.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *