Bagaimanapun juga, fasilitas trading utama seperti platform, kuotasi harga, dan eksekusi order, semuanya disediakan oleh broker. Tidak heran bila sebuah broker benar-benar berniat untuk memanipulasi trading kliennya, maka cara trading sebagus apapun, dan kondisi mental setenang apapun, tidak akan banyak membantu keselamatan akun trading Anda.
Terdengar mengerikan memang, namun itulah fakta dibalik bisnis perbrokeran. Mereka memang sudah mendapat profit dari biaya komisi ataupun spread, namun tetap saja selalu ada cara curang dilakukan untuk memperoleh keuntungan lebih. Dari sekian banyak bentuk trik broker, berikut 6 cara kecurangan yang paling umum dilakukan:
1. Berburu Stop Loss Broker yang kerap melakukan ini juga disebut sebagai “Stop Loss Hunter”. Dengan bantuan dari robot jenis tertentu, broker memonitor trading kliennya dan memanipulasi spread. Tidak hanya menggunakan robot, broker juga ada yang mempekerjakan tenaga ahli khusus untuk melaksanakan perbuatan curangnya. Trik ini diterapkan agar posisi trading cepat terkena Stop Loss saat harga bergerak melawan order Anda.
2. Mark-up Spread Nah, yang satu ini berkaitan dengan trik broker-broker ECN/STP. Walaupun mereka mengklaim bisa mentransfer order langsung ke penyedia likuiditas, namun tidak semua broker jenis ini menerapkan spread asli dari provider.
3. Slippage Ini dia contoh kasus yang sering dibicarakan trader ritel. Slippage pada dasarnya adalah tereksekusinya order di harga yang tidak dipesan. Kondisi ini bisa terjadi saat market sedang sangat aktif karena ada lonjakan volatilitas. Namun ini hanya wajar berlaku untuk broker ECN/STP, mengingat sistem kerja mereka yang mengirim order ke penyedia likuiditas.
4. Requote Requote adalah tertundanya eksekusi trading, dimana broker akan menawarkan kuotasi harga baru (yang kurang menguntungkan) agar Anda bisa melanjutkan entry. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk mencegah trader memanen profit saat akan mengambil posisi sesuai arah tren.
5. Utak-atik Swap Swap adalah komisi yang harus Anda bayarkan ketika punya posisi menginap. Besar biayanya dihitung dari selisih bunga Bank Sentral yang berkaitan dengan pair mata uang trading Anda. Secara umum, besaran swap memang bisa berbeda antar broker. Namun lihat dulu perbandingan antara swap broker dengan swap hasil perhitungan suku bunga acuan bank sentral. Jika masih dalam batasan normal, maka ini bisa dibiarkan saja. Namun bila terlalu tinggi, ini bisa jadi pertanda broker terlalu banyak mengambil keuntungan.
6. Leverage Tinggi Pada awalnya, leverage dianggap sebagai fitur ampuh untuk mendukung trader mengambil ukuran trading yang lebih besar dari kekuatan modalnya. Tapi fasilitas ini juga bisa menyebabkan akun rentan terhadap margin call jika digunakan secara berlebihan. Ketika broker Market Maker menawarkan leverage hingga ribuan bahkan mencapai 1:2000, hal itu bisa jadi bukanlah untuk membantu tapi justru untuk menjerumuskan akun Anda, karena money management akan semakin kompleks ketika leverage makin tinggi.





