Donald Trump mengajukan paket stimulus senilai 1 Triliun USD untuk menopang perekonomian Amerika yang terancam mengalami perlambatan akibat dampak dari virus corona.
Disisi lain, Amerika saat ini kurang lebih 5.800 orang sudah terjangkit virus corona , sedaangkan yang meninggal sudah hampir mencapai angka 100 orang.
Pemerintah Trump menrincikan dalam paket stimulus tersebut 50 Milyar USD untuk menyelamatkan maskapai penerbangan yang menghadapi kebangkrutan, 250 Milyar USD untuk menyuntikkan pinjaman terhadap usaha kecil dan menengah dan 500 Milyar USD ditujukan untuk individu (bantuan langsung dan pengurangan pajak).
Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak sebesar US$300 miliar.
Kalau dihitung secara jumlah, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu. Paket tunai rencananya dikirimkan dalam bentuk cek 2 minggu ke depan.
Trump juga menyebutkan langkah ini merupakan upaya Amerika untuk melawan dampak pandemi corona yang terus menyebar. Trump menyatakan paket digelontorkan karena ia tidak ingin masyarakat AS menderita karena virus corona.
Trump yakin bahwa ekonomi Amerika akan bangkit dari keterpurukan. Langkah menyelamatkan ekonomi Amerika tidak hanya dilakukan pemerintahan Trump. Kebijakan sama juga dilakukan bank sentral AS The Fed.
Kota-Kota di AS Beresiko Lockdown
Penyebaran virus corona yang terlampau cepat menimbulkan kepanikan di kalangan pejabat pemerintah.
Wali Kota New York , Bill de Blasio akan memutuskan apakah ia akan memerintahkan penduduk untuk melakukan self-lockdown dua hari kedepan untuk mencegah penyebaran wabah.
Jika New York melakukan lockdown maka akan berimbas negatif terhadap aktivitas ekonomi AS.
Sementara itu, di Chicago Gubernur Illinois J.B Pritzker mengumumkan kematian pertama pasien virus corona dan mengkonfirmasi jumlah pasien yang positif corona mencapai 22 orang.
Di New Jersey , Gubernur Phil Murphy menutup taman hiburan dan pusat perbelanjaan. Di Minnesota juga mall-mall besar ditutup.
Kemungkinan di kota-kota lain di AS juga akan menerapkan kebijakan yang serupa.
Dollar Masih Diminati
Sentimen pasar investor lebih memilih uang cash dalam bentuk safe heaven dollar daripada memborong emas dan mata uang yang beresiko tinggi seperti Aussie, Kiwi dan Loonie.
Dollar AS tidak melemah ditengah potensi lockdown di Amerika.
sumber :
seputarforex.com
cnnindonesia.com






