HARGA EMAS JATUH KARENA DOLAR AS MENGUAT

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada hari Senin karena dolar AS menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun USD15,9 atau 0,93% menjadi ditutup pada 1.698 dolar AS per ounce, dilansir dari Xinhua, Selasa (12/5/2020).

Indeks Dolar AS naik 0,49 poin, atau 0,49% ke level 100,22 pada pukul 17:50 GMT.

Meskipun kekuatan dalam dolar AS menekan emas, investor tetap khawatir tentang kemungkinan gelombang kedua COVID-19, yang memberikan dukungan dan akan terus mendukung logam mulia selama beberapa bulan ke depan, analis pasar bertahan.

Perak untuk pengiriman Juli turun 9,8 sen, atau 0,62%, menjadi ditutup pada USD15,68 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD8 atau 1,01% menjadi ditutup pada USD781,3 per ounce.

https://www.youtube.com/watch?v=tnDpZzFp2y4

pendorong utama untuk kekuatan dalam emas – suku bunga nol, pengeluaran besar-besaran dan keprihatinan mendalam tentang gelombang kedua infeksi – tetap kuat sehingga prospek emas tetap kuat dalam jangka menengah
Chicago (ANTARA) – Emas jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena investor melirik aset-aset berisiko ketika ekonomi dibuka kembali setelah penguncian atau lockdown COVID-19, tetapi gelombang stimulus bank sentral yang berkelanjutan terus mendukung harga emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh 11,9 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 1.713,90 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melonjak 37,3 dolar AS atau 2,21 persen menjadi 1.725,80 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Kamis (7/5/2020), setelah turun 2,7 dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.710,6 dolar AS pada Rabu (6/5/2020).

Juga membatasi daya tarik emas adalah data yang sedikit lebih baik dari perkiraan dari Amerika Serikat yang menunjukkan kehilangan pekerjaan pada April mencapai 20,5 juta, sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan 22 juta. Tingkat pengangguran 14,7 persen, juga lebih rendah dari perkiraan pasar 16 persen.

Indeks Wall Street berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama mereka dalam tiga pekan, karena investor menyematkan harapan mereka pada rantai pasokan yang kembali ke jalurnya dan kebangkitan kembali belanja konsumen setelah beberapa negara bagian AS membuka kembali ekonomi.

Namun, secara keseluruhan ekonomi Amerika Serikat mengalami penurunan bulanan paling tajam dalam daftar gaji (payrolls) sejak Depresi Hebat, tanda paling mencolok tentang bagaimana pandemi Virus Corona baru menghantam ekonomi terbesar di dunia.

Serangkaian data ekonomi AS terbaru minggu ini memicu ekspektasi lebih banyak stimulus dari Federal Reserve (Fed), dengan pasar memperkirakan lingkungan suku bunga negatif.

Suku bunga AS yang lebih rendah menekan dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Gesekan China-AS tampak mereda setelah Beijing mengatakan negosiator perdagangan dari kedua negara telah sepakat untuk memperbaiki suasana guna mengimplementasikan kesepakatan Fase 1, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *