AUDUSD Kembali Menguat Karena Gubernur RBA Berkomentar Hawkish

AUDUSD Kembali Menguat Karena Gubernur RBA Berkomentar Hawkish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia (AUD) menguat pada saat perdagangan pasar valuta asing sesi awal Asia di hari Kamis, 28 Mei 2020. Penguatan itu membawa pasangan mata uang AUDUSD untuk mencatatkan kenaikan sampai 0.05% menuju ke level harga 0,6629. Penggerak utama penguatan pasangan mata uang AUDUSD ini adalah komentar yang disampaikan oleh Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Lowe yang bernada optimis.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Pada acara pidato di hadapan Komite Pemilihan Senat tentang virus Corona, RBA Lowe memberikan pujian terhadap upaya dalam penanganan pandemi ini. Dia juga memberikan penjelasan tentang adanya tanda-tanda pasar tenaga kerja pada level yang paling rendah.

Dikatakan juga bahwa Dewan Reserve Bank of Australia (RBA) tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter. Perubahan baru dilakukan jika ada kemajuan pada sektor lapangan kerja dan ada perubahan tingkat inflasi.

Sementara itu sebelumnya permintaan mata uang Dolar Australia (AUD) sempat melemah karena konflik antara Amerika Serikat dan China yang terus memanas. Namun adanya pelemahan di sekitar mata uang Dolar AS masih mampu membantu Dolar Australia (AUD) menguat cukup baik.

https://youtu.be/gXoE8sS6MHE

Sebelumnya, Parlemen Amerika Serikat telah meloloskan RUU yang akan menjatuhkan sanksi kepada China atas kasus Xinjiang. Melihat pembaruan itu, pemerintah China tidak tinggal diam dan tampak akan bergerak melakukan pembalasan. Namun belum ada rincian lebih lanjut terkait balasan apa yang akan diambil oleh pemerintah China. Masalah ini akan membebani permintaan Dolar Australia dan menghambat kenaikan pasangan mata unag AUDUSD untuk lebih tinggi lagi.

Saat ini Dolar Australia (AUD) menguat dikarenakan mendapatkan bantuan dari suasana positif pasar keuangan global. Karena beberapa negara telah membuka kembali aktivitas publik secara bertahap. Harapan vaksin virus Corona juga membuat beberapa mata uang aset berisiko kembali menguat baru-baru ini.

Saham Asia Nikkei Jepang mampu mencatatkan kenaikan karena nada optimisme ini. Pembaruan berita terkait hubungan antara Amerika Serikat dan China serta data perubahan PDB Q1 2020 AS juga akan menjadi fokus para pelaku pasar.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *