SECOND CHANCE BREAKOUT

Cukup sulit untuk “menangkap” breakout, sehingga strategi day trading Second Chance Breakout ini bisa memberikan suatu alternatif menarik untuk dimanfaatkan trader jika reli mengalami pullback setelah breakout. Walaupun sering juga terjadi breakout yang sangat kuat hingga tak terjadi pullback, tetapi poin pentingnya disini adalah jangan keburu kecewa ketika harga sudah terlanjur breakout. Bisa jadi ada kesempatan kedua bagi Anda. Namun, strategi yang memanfaatkan kesempatan kedua setelah breakout ini bukan taktik yang bisa dipakai secara “set and forget it”. Sebaiknya manfaatkan ketika Anda punya waktu untuk duduk di depan platform trading menanti munculnya momen yang tepat untuk entry.

Apa Itu “Second Chance Breakout”?

Saat harga berada dalam kisaran range, Channel, atau Price Pattern tertentu, seperti pola Triangle, Head & Shoulders, dan lain-lain, ada titik-titik breakout dimana harga bergerak keluar dari pola tersebut. Jika itu sungguh-sungguh breakout, maka harga akan terus melaju searah dengan breakout tersebut.

Pergerakan itu menunjukkan bahwa harga memiliki arah yang jelas. Namun, sering juga harga yang telah breakout kemudian berbalik dan kembali menguji (re-test) titik breakout sebelumnya. Kadang juga tak sungguh-sungguh menyentuh titik breakout sebelumnya, tetapi hanya relatif mendekati saja. Nah, pergerakan harga yang seperti ini menyediakan kesempatan kedua bagi trader untuk entry. Sebagaimana bisa dilihat dalam gambar di bawah ini.

Trading Di Kesempatan Kedua

Jika harga break di atas sebuah pola harga, maka kesempatan kedua menyediakan peluang buy. Jika harga break di bawah pola harga, maka kesempatan kedua merupakan peluang sell.

Apabila tengah mengincar kesempatan kedua, maka siap-siaplah untuk buka posisi begitu pullback harga memasuki kisaran titik breakout awal. Begitu pullback melambat dan harga mulai bergerak ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya, langsung Open Position.

Kapan tepatnya yang dimaksud dengan “mulai bergerak ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya?”

Jawabannya bisa subjektif dan tergantung pada pendekatan atau strategi trading apa yang Anda pilih untuk digunakan. Contohnya, pola candlestick engulfing bisa digunakan sebagai sinyal bahwa pullback sudah berakhir dan pergerakan maju ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya sudah dimulai.

Jika breakout awal tadi adalah ke arah bawah, maka tunggulah hingga harga pullback ke atas mendekati titik breakout tersebut, lalu begitu harga mulai jatuh lagi, Sell. Tempatkan stop loss beberapa pip atau beberapa tick di atas level tinggi pullback tadi.

Target bisa ditentukan berdasarkan pola harga dan level breakout aslinya maupun dengan menggunakan rasio risk/reward, tergantung metode mana yang lebih cocok diterapkan dalam kondisi pasar atau biasa Anda gunakan.

Yang perlu diperhatikan disini: Setelah breakout terjadi, sekedar pullback saja tidak menghadirkan kesempatan kedua. Anda perlu menunggu hingga pullback berakhir dan harga mulai bergerak ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya, baru kemudian open posisi. Ini karena tak ada jaminan 100% kalau titik breakout sebelumnya bakal menghentikan pullback. Jangan menempatkan Pending Order dekat titik breakout, karena bisa-bisa terpicu di saat yang tak tepat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *