MENGAPA EMAS DISEBUT DENGAN ASET SAFE HAVEN ?

MENGAPA EMAS DISEBUT DENGAN ASET SAFE HAVEN ?Ditengah bergejolaknya masalah Geopolitik global, para investor beralih pada aset safe haven terutama emas. MENGAPA EMAS DISEBUT DENGAN ASET SAFE HAVEN ?

Apa itu Safe Haven ?

Suatu aset bisa dikatakan sebagai aset safe haven adalah ketika terjadi gejolak atau ketidakpastian dalam pasar finansial maka aset tersebut dianggap tidak berkaitan atau tidak memiliki dampak negatif dengan aset atau portofolio investasi lainnya.

Dengan kata lain, aset safe haven diharapkan dapat bertahan atau bahkan nilainya dapat meningkat ketika terjadi gejolak pasar atau ketika aset investasi lain tengah menurun. Di tengah ancaman krisis, investor akan cenderung memilih aset safe haven untuk melindungi diri dari kerugian (aset lindung nilai).

Safe haven dicari oleh para investor untuk menghindari aset mereka dari kerugian ketika terjadi penurunan pasar atau krisis keuangan.

Mengapa Emas Aset Safe Haven ?

Emas sebenarnya sudah menjadi salah satu pilihan investasi jauh sebelum kebanyakan orang mengenal investasi portofolio berupa surat berharga (saham, obligasi dan reksadana).

Emas dianggap sebagai “safe haven” oleh banyak investor. Aset ini diharapkan nilainya sejalan dengan inflasi untuk jangka waktu yang lama. Standar perekonomian dunia atau negara mungkin tidak berhubungan dengan nilai emas, tetapi pada akhirnya nilai emas adalah dasar nilai riil.

Mayoritas pelaku pasar lalu menganggap emas sebagai aset safe haven.  Alasannya adalah sebagai berikut :

  1. Emas dipercaya sebagai alat penyimpan nilai atau “store of value”
  2. Emas dinilai mampu melindungi aset dari gerusan inflasi dalam jangka waktu yang lama.
  3. Emas merupakan alat pertukaran dan medium pembayaran yang diakui di negara manapun

Nilai dari komoditas emas tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan pemerintah. Banyak orang yang membeli emas sebagai asuransi terhadap peristiwa ekonomi yang buruk atau merugikan. Sebagai akibatnya, permintaan dan harga emas meningkat ketika adanya ancaman inflasi ataupun perubahan nilai dolar.

Penelitian yang dilakukan oleh Sile Li dan Brian Lucey mengidentifikasi indikator-indikator kondisi pasar yang tidak stabil, yaitu: tekanan dalam pasar keuangan, ketidakjelasan politik, dan sentimen konsumen. Konsumen akan berpikir bahwa emas akan lebih aman dibanding aset berisiko seperti saham dan obligasi. Bisa disimpulkan bahwa harga emas akan cenderung meningkat ketika pasar keuangan mengalami tekanan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah.

sumber : bareksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *