Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan ini terjadi karena suasana risk on didorong di tengah data yang lebih baik dari perkiraan, sehingga mengurangi selera untuk mata uang safe haven.
Adapun kondisi risk on menggambarkan para pelaku pasar sedang optimistis terhadap prospek kondisi perekonomian yang semakin membaik. Artinya, para pedagang ataupun investor cenderung mengalihkan modalnya ke instrumen finansial yang memberikan imbal hasil tinggi
Mengutip Xinhua, Selasa, 7 Juli 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun sekitar 0,46 persen pada 96,7291. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1314 dari USD1,1244 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2498 dari USD1,2476 pada sesi sebelumnya.
Dolar Australia naik menjadi USD0,6975 dibandingkan dengan USD0,6942. Dolar AS membeli 107,28 yen Jepang, lebih rendah dari 107,47 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9413 franc Swiss dari 0,9448 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3541 dolar Kanada dari 1,3553 dolar Kanada.
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur AS tumbuh pada Juni setelah dua bulan berkontraksi berturut-turut. Indeks non-manufaktur ISM tercatat sebesar 57,1 persen, 11,7 poin lebih tinggi dari pembacaan Mei 45,4 persen. Angka itu melampaui perkiraan sekitar 51 persen ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.
https://www.youtube.com/watch?v=QdL473lWZ4o
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan hari Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah naiknya kasus covid-19. Penguatan di bursa saham Wall Street karena reli pada saham teknologi utama berkontribusi pada pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 459,67 poin atau 1,78 persen menjadi 26.287,03. Sedangkan S&P 500 naik 49,71 poin atau 1,59 persen menjadi 3.179,72. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 226,02 poin atau 2,21 persen menjadi 10.433,65.
Saham raksasa teknologi AS, kelompok FAANG yang terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor layanan teknologi dan komunikasi masing-masing naik 1,8 persen dan 2,15 persen, menjadi kelompok-kelompok yang berkinerja terbaik.





