Strategi Trading Tanpa Stop Loss, Apa Mungkin?

Trading Tanpa Loss, Mungkinkah? Berikut Penjelasannya!

Dalam trading forex, tidak ada satupun trader bisa menentukan kemana harga akan bergerak. Faktanya, seakurat apapun seorang trader dalam menganalisa pergerakan pasar, masih banyak yang gagal mendulang profit.

Di sinilah teknik memasang Stop Loss secara tepat berperan penting dalam melindungi akun Anda dari pendarahan fatal, terutama jika harga bergerak melawan posisi Entry saat ini. Tetapi ada satu hal menarik. Bagi trader yang sudah terjun ke dunia trading forex, pastinya pernah terbesit di pikiran untuk melakukan trading tanpa Stop Loss. Lantas, bagaimanakah caranya?

Sebelum mengulas lebih lanjut tentang strategi trading tanpa Stop Loss, sebaiknya baca dulu Disclaimer berikut:

Trading tanpa Stop Loss bisa meningkatkan risiko trading Anda. Jika berniat mengaplikasikan strategi ini, lakukan terlebih dahulu di akun demo. Sebelum menemukan sistem trading yang sudah teruji, jangan pernah mencoba trading di akun real tanpa Stop Loss. Hindari trading dengan Lot besar dan jangan trading saat volatilitas pasar sedang tinggi (jelang dan sesudah High Impact News, dsb). Trading tanpa Stop Loss sangat tidak disarankan untuk pemula.

Alasan Trading Tanpa Stop Loss

Bagi trader yang sudah berpengalaman, tentu mereka memiliki pertimbangan tersendiri kenapa tidak menggunakan Stop Loss. Mereka mungkin sudah memiliki cara mengelola risiko dengan baik tanpa bergantung pada Stop Loss. Dikutip dari Forexop[dot]com, berikut adalah beberapa alasan untuk bertrading tanpa Stop Loss :

1. Ada Broker Yang Memanfaatkan Stop Loss Anda

Dengan memasang Stop Loss, maka Anda secara tidak langsung memberitahu kepada Broker mengenai rencana Exit di level harga tertentu. Sejumlah broker bisa memanfaatkan ini untuk mendulang keuntungan, terutama jika mereka berjenis broker bandar (Dealing Desk).  Sebagaimana diketahui, broker bandar bekerja dengan melawan posisi trading Anda. Saat Anda Loss, maka mereka akan mendapatkan income. Jika Anda Loss 1,000 USD, maka Broker Bandar akan mendapatkan income 1,000 USD. Ini adalah cara kerja Broker Bandar.

2. Stop Loss Bisa Terjaring Oleh Lonjakan Harga Sementara

Pergerakan pasar memang tidak mudah untuk diprediksi. Ada kalanya analisa tersebut sudah cukup tepat, dan harga bergerak ke arah yang diinginkan. Namun, Anda lupa mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sementara.

3. Memasang Stop Loss Membuat Anda Besar Kepala

Sejumlah trader menganggap Stop Loss sebagai alat pengaman ketika mereka masuk di pasar forex. Karena merasa tradingnya akan aman dengan Stop Loss, mereka pun terlalu tergesa-gesa dalam melakukan analisa, bahkan cenderung trading secara ceroboh.

4. Stop Loss Berpotensi Tidak Bekerja Ketika Terjadi Slippage

Ini yang perlu Anda perhatikan baik-baik. Dalam kondisi pasar dengan volatilitas sangat tinggi, Slippage sangat rentan terjadi. Ini adalah sebuah malapetaka bagi trader yang merasa aman karena sudah memasang Stop Loss. Sebagaimana diketahui, broker hanya bisa menjamin Anda keluar dari posisi sesuai dengan level harga Stop Loss yang terpasang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *