Harga Emas Masih Berupaya Naik Ke Level Tertinggi Meski Diwarnai Koreksi

Harga Emas Masih Berupaya Naik Ke Level Tertinggi Meski Diwarnai Koreksi

Harga komoditas emas masih berupaya naik ke level tertinggi meski diwarnai koreksi. Pada perdagangan hari Jumat (24/7) pagi, harga emas turun setelah kemarin kembali mencetak level tertinggi baru tahun ini.

Pada hari Jumat (24/7) pukul 7.00 WIB, harga emas spot berada di kisaran level harga US$ 1.885,72 per ons troi. Harga emas ini turun sekitar 0,09% dibandingkan harga penutupan perdagangan kemarin.

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

Pada hari Kamis (23/7), harga emas spot kembali menyentuh level tertinggi baru tahun ini pada kisaran level harga US$ 1.887,44 per ons troi setelah menguat sekitar 0,86% dalam sehari. Harga emas spot sudah melesat sebanyak 24,28% sejak awal tahun.

Harga emas berjangka pun sudah naik sekitar 22,39% sejak awal tahun. Pagi ini, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus 2020 di bursa Comex berada di US$ 1.885,50 per ons troi. Harga emas pagi ini turun sekitar 0,23% dari posisi tertinggi tahun 2020 yang tercapai kemarin pada US$ 1.890 per ons troi.

Berdasarkan data dari Bloomberg, harga tertinggi emas spot sepanjang masa adalah di kisaran level harga US$ 1.900,20 per ons troi. Harga ini tercapai pada tanggal 5 September 2011.

https://www.youtube.com/watch?v=gHtPNZ_LMBE

Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta stimulus global masih menjadi penyokong utama kenaikan harga emas yang terjadi belakangan. Di sisi lain, kenaikan jumlah klaim pengangguran Amerika Serikat yang meningkat menyebabkan investor masih berminat pada aset safe haven. “Data klaim pengangguran menunjukkan bahwa setidaknya di Amerika Serikat, ekonomi masih akan menghadapi jalan panjang sebelum akhirnya pulih,” ujar Edward Meir, analis ED&F Man Capital Markets kepada Reuters.

“Kondisi makro terus menguntungkan emas dengan indeks dolar yang melemah ke level terendah dalam dua tahun. Yield riil yang negatif pun menurun kian jauh,” kata Suki Cooper, analis Standard Chartered kepada Reuters.

Kurs dolar melemah sekitar 0,3% dan mencapai level terendah pada perdagangan kemarin. Pelemahan Dolar AS ini menyebabkan harga emas dalam kurs selain dolar akan lebih murah. “Ekspektasi stimulus lanjutan dan tensi geopolitik yang meningkat terus memicu permintaan safe haven,” ujar Cooper.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *