STRATEGI SCALPING TEKNIK SIMPLE

Scalping adalah strategi trading pada timeframe rendah dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat. Strategi trading forex paling populer di Indonesia ini menghasilkan frekuensi trading yang tinggi (antara puluhan hingga ratusan dalam sehari), meskipun rata-rata keuntungan per posisi trading terhitung sedikit (sekitar 5-15 pips). Trader pengguna strategi scalping disebut sebagai Scalper.Cara Trading Scalping Untuk mengaplikasikan strategi Scalping, trader perlu memperhatikan empat faktor :

  • Pastikan komputer terhubung dengan koneksi internet yang handal (tidak mudah putus atau lambat), karena strategi Scalping mengutamakan kecepatan dan presisi eksekusi.
  • Mendaftarlah ke broker forex yang memperbolehkan Scalping. Sebaiknya, broker tersebut bersistem ECN atau menggratiskan biaya komisi, dengan Floating Spread mulai dari 0 pips.
  • Pilih mata uang yang memiliki volatilitas tinggi dan spread rendah. Biasanya Major Pair, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan AUD/USD.
  • Susun sistem trading yang mampu berfungsi baik di timeframe rendah (antara M1-M30).

Ada banyak kombinasi indikator teknikal yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan strategi Scalping. Sebagai contoh, di sini kita akan menerapkan sebuah sistem yang mengombinasikan beberapa Moving Average. Buka platform trading, pilih pasangan mata uang tertentu, lalu tentukan timeframe M1 (1 Menit). Misalnya EUR/USD, USD/JPY, atau AUD/USD. Pasang tiga indikator teknikal : Exponential Moving Average (EMA) dengan period 12, EMA dengan period 26, dan Simple Moving Average (SMA) dengan period 55. Selanjutnya, ikuti aturan :

https://www.youtube.com/watch?v=RhzquWvXzHs

  • Buy jika ada EMA-26 dan SMA-55 melintasi SMA-55 dari bawah ke atas. Pasang Stop Loss di bawah swing low terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.
  • Sell jika ada EMA-12 dan EMA-26 melintasi SMA-55 dari atas ke bawah. Pasang Stop Loss di bawah swing high terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.

Keuntungan dan Kekurangan Scalping Strategi Scalping tak menyisakan waktu lama bagi trader untuk risau, karena setiap posisi trading akan langsung ditutup dalam tempo singkat. Selain itu, mengejar target profit dalam jumlah kecil juga relatif lebih mudah ketimbang menantikan tercapainya target dalam jumlah besar. Namun, ada sejumlah kekurangan yang membuat Scalping kurang disukai oleh trader profesional, yaitu :

  • Strategi Scalping bisa menjadi sangat menegangkan dan berisiko tinggi, terutama bagi trader pemula yang belum tamat belajar forex. Apalagi bila jumlah lot-nya besar.
  • Mendapatkan keuntungan dalam jumlah kecil itu sepintas gampang, tetapi untuk memastikan memperolehnya secara konsisten tidaklah mudah.
  • Biaya trading sangat tinggi dan trader harus selalu mewaspadai pelebaran spread. Perlu diketahui, spread pada pasangan mata uang tertentu bisa setinggi 5-10 pips atau lebih, sehingga Scalping bukannya menghasilkan untung tapi malah buntung. Oleh karena itu, trader harus selalu mawas kalau-kalau spread mendadak melebar saat kondisi pasar cenderung volatile, serta menerapkan tatanan Money Management yang baik.

Bila Anda kurang memahami istilah khusus dalam forex di halaman ini seperti scalping, spread, dan pip, Anda bisa mengunjungi kantor kami di Jl. Garuda no 88 Bandung atau Whatsapp ke 0821-1308-0153 dengan klik gambar berikut :

TEMPAT BELAJAR FOREX DI MUARO JAMBI

Manfaatkan keunggulan Didimax..

DIDIMAX-Change your Live

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *