Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin (14/09) pagi di tengah kekhawatiran tidak adanya kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa sementara investor menunggu partai yang berkuasa Jepang untuk memilih pengganti dari Perdana Menteri Shinzo Abe.
GBPUSD naik 0,19% ke 1,2818 menurut data Investing.com pukul 09.18 WIB. EUR/USD naik tipis 0,01% di 1,1847 dan USD/JPY stabil di 106,15.
Adapun rupiah melemah 0,47% ke 14.930,0 per dolar AS sampai pukul 09.16 WIB.
Diberitakan Reuters Senin (14/09) pagi, kenaikan mata uang Inggris ini terjadi meski ada tekanan dari kekhawatiran yang muncul bahwa Inggris akan mengakhiri periode transisi pasca-Brexit tanpa menyetujui aturan perdagangan apa pun.
London jelas mengakui minggu lalu bahwa mereka dapat melanggar hukum internasional dengan mengabaikan beberapa bagian dari kesepakatan pemisahan dari Uni Eropa, yang mendapat teguran cepat dari kepala eksekutif Uni Eropa.
Mantan perdana menteri Inggris Tony Blair dan John Major mengatakan pada hari Minggu Inggris harus membatalkan rencana “mengejutkan” untuk mengesahkan undang-undang yang melanggar kesepakatan pemisahan dengan Uni Eropa, yang melanggar hukum internasional.
Sementara itu Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga siap menjadi ketua partai yang berkuasa di Jepang pada hari Senin dan juga berkesempatan menjadi perdana menteri Jepang pada hari Rabu, menggantikan Shinzo Abe, pemimpin terlama di negara itu.
Analis menilai hanya sedikit pelaku pasar yang mengharapkan terjadinya perubahan kebijakan radikal karena Suga telah lama menjadi ajudan setia Abe dan berjanji akan melanjutkan kebijakannya.
Akhir pekan, rupiah beranjak melemah terhadap dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan Jumat (11/09) petang. Melemahnya rupiah sejalan dengan penurunan poundsterling terhadap euro akibat sentimen perundingan Brexit.
Rupiah berakhir turun 0,47% ke 14.890,0 per dolar AS menurut data Investing.com sampai pukul 14.57 WIB. Mengutip Berita Satu Jumat (11/09), transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.905 – Rp 14.950 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,69 persen ke Rp 17.628,42, rupiah terhadap pound sterling melemah 0,07 persen ke Rp 18.988,11, rupiah terhadap yen melemah 0,2 persen ke Rp 139,91, rupiah terhadap dolar Australia melemah 0,85 persen ke Rp 10.844,83, rupiah terhadap dolar Singapura melemah 0,53 persen ke Rp 10.874,5.
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), hari ini berada di posisi Rp 14.979 per dolar AS atau melemah 108 poin dari posisi Rp 14.871 per dolar AS dengan kisaran perdagangan kurs jual Rp 15.053,9 dan kurs beli Rp 14.904,11 per dolar AS.
Adapun poundsterling terus melemah terhadap euro pada Jumat (11/09) akibat sentimen dari perundingan perdagangan Brexit yang telah membuat pasar meningkatkan ekspektasi tidak tercapainya ‘kesepakatan’ kedua pemerintahan.
GBP/EUR melemah 0,18% ke 1,0815 menurut data Investing.com pukul 17.46 WIB.
Pelemahan poundsterling terjadi setelah Uni Eropa memberikan ultimatum kepada Inggris untuk membatalkan rencana pengesahan rancangan undang-undang yang dianggap kontroversial.
Komisi Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa Uni Eropa akan memberi waktu bagi Inggris hingga akhir September untuk menarik undang-undang yang disebut berupaya merusak Kesepakatan Pemisahan yang dicapai antara kedua belah pihak pada tahun 2019.




