
Berita forex hari ini datang dari mata uang Dolar AS Naik Tipis, Volume Perdagangan Rendah Pasca Libur Paskah. Kondisi ini terjadi saat awal perdagangan di hari senin dan tampaknya masih akan terus berlanjut sampai investor dan para pelaku pasar kembali dari libur panjang mereka.
Pada awal perdagangan di hari Senin 22 April 2019, mata uang dolar Amerika Serikat (USD) tampak menguat. Kondisi ini didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang positif, meskipun hanya bergerak dalam rentang yang kecil karena banyak investor yang masih belum kembali dari libur akhir pekan Paskah yang panjang.
Pasar keuangan di Australia, Hong Kong dan banyak negara besar di Eropa juga ditutup pada hari Senin dikarenakan libur untuk memperingati Hari Paskah. Perdagangan mata uang sebenarnya berlanjut secara global, akan tetapi volumenya diperkirakan akan rendah.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, hari ini terlihat menguat sebesar 0,02 persen atau 0,016 poin ke level 97,394 pada pukul 10.49 WIB.
Sebelumnya, indeks dolar Amerika Serikat dibuka di zona hijau dengan kenaikan kecil sekitar 0,001 poin ke level 97,010. Adapun pada perdagangan Rabu naik sebesar 0,04 persen atau 0,042 poin ke level 97,135. Sedangkan pada akhir perdagangan hari Rabu 17 April, indeks dolar Amerika Serikat ditutup dan melemah sebesar 0,04 persen atau 0,034 poin ke level 97,009.
https://www.youtube.com/watch?v=kmiDA-aX1ZY
Dilansir dari Reuters, mata uang dolar Amerika Serkat (USD) telah mendapat dukungan dalam beberapa minggu terakhir dari kenaikan bertahap imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat bertenor 10 tahun dan data ekonomi yang positif, termasuk penjualan ritel yang lebih baik dari predikasi pada bulan Maret.
Sementara itu, mata uang dolar Amerika Serikat(USD) juga menguat terhadap mata uang Euro (EUR) sebesar 0,08 persen atau 0,0009 poin ke level US$1,1236 per euro.
Mata uang Euro (EUR) meneruskan penurunan dari minggu lalu setelah data pada hari Kamis menunjukkan bahwa aktivitas di sektor manufaktur Jerman menurun selama emapat bulan berturut-turut pada bulan April.
“Lebih baik mengatakan bahwa mata uang Euro (EUR) melemah daripada mata uang dolar Amerika Serikat (USD) yang kuat,” ujar Yukio Ishizuki, analis valas uang senior di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.
Ia juga menambahkan bahwa “Para pedagang sebagian besar memperkirakan pelemahan ekonomi zona Euro saat ini. Agak sulit memang untuk melihat pelemahan euro lebih jauh dari sini, jadi saya pikir akan sulit bagi dolar untuk menguat”.
Saat ini fokus investor dan para pelaku pasar beralih pada penjualan rumah di Amerika Serikat untuk bulan Maret yang akan dirilis hari ini, untuk indikasi lebih lanjut tentang kondisi ekonomi Amerika Serikat .
Pada bulan Februari, penjualan rumah Amerika Serikat melambung ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Ini dikarenakan pasar perumahan Amerika Serikat memperlihatkan momentum baru untuk menyusul jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
didimaxforex.com






