Punds Tergelincir Karena Meningkatnya

 

Punds Tergelincir Karena Meningkatnya Tekanan Brexit Terhadap Theresa May

Berita forex hari ini datang dari mata uang Pounds Tergelincir Karena Meningkatnya Tekanan Brexit Terhadap Theresa May yang meminta ia untuk lengser dari kursi kepemimpinannya.

Mata uang Poundsterling (GBP) kemarin kembali tergelincir hingga ke level terendah dua bulan karena meredupnya harapan untuk inovasi dalam negosiasi Brexit antara partai yang berkuasa dan oposisi, serta Perdana Menteri Inggris yaitu Theresa May yang tengah menghadapi tekanan akibat brexit yang terus meningkat dan meminta ia untuk lengser dari kursi kepemimpinannya.

Pasca libur Paskah pada hari Selasa kemarin, kini Parlemen Inggris kembali ketika pemerintah melanjutkan perbincangan dengan partai Buruh oposisi tentang perjanjian Brexit yang dapat mendapatkan dukungan dari anggota parlemen.

Namun tampaknya prbincangan tersebut telah membuat sedikit kemajuan, ujar para analis, dan menurut laporan media pada akhir pekan kemarin yang mengatakan bahwa tekanan terhadap Perdana Menteri Theresa May terus meningkat dan meminta ia untuk segera menemukan jalan keluar atau bisa disebut sebagai tanggal baginya untuk mundur dari kursi kepemimpinan.

Sebuah laporan di Financial Times juga menyatakan bahwa Perdana Menteri Theresa May merencanakan pengambilan suara baru pada perjanjian Brexit yang telah dikalahkan sebanyak tiga kali pada pekan depan dalam upaya yang berisiko tinggi untuk memecahkan kebuntuan.

https://www.youtube.com/watch?v=x0UnF3SFKXI

Jane Foley yaitu ahli strategi mata uang di Rabobank, mengatakan bahwa “Semua orang cukup kecewa tentang peluang akan adanya kesepakatan. Mata uang Poundsterling (GBP) bisa menjajal posisi terendah pada bulan Februari yaitu dikisaran $ 1,2775 karena meningkatnya berita utama yang negatif di sekitar Brexit.”

Setelah perdagangan sebelumnya setinggi $ 1,3019 di perdagangan Eropa, kini mata uang Poundsterling kembali turun ke level rendah dikisaran $ 1,2928, atau turun sebesar 0,3 persen pada hari itu yang merupakan level terendah sejak tanggal 19 Februari lalu.

Volatilitas dalam mata uang Poundsterling (GBP) telah turun drastis sejak Uni Eropa (UE) dan London pada bulan ini setuju untuk menunda tanggal keluarnya Inggris hingga enam bulan kedepan, menghilangkan risiko langsung dari Brexit yang tidak memiliki kesepakatan yang kemungkinan akan memukul mata uang Pounsterling (GBP) dengan keras.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Data menunjukkan bahwa penjualan ritel yang lebih kuat dari yang diharapkan pada bulan Maret dan sedikit pelambatan inflasi yang gagal untuk mengalihkan mata uang Poundsterling (GBP) paad minggu lalu karena Brexit terus mendominasi perdagangan.

Kepala penjualan mata uang hedge fund di Mizuho yaitu Neil Jones mengatakan bahwa permintaan untuk perdagangan mata uang Poundsterling (GBP), baik dalam opsi atau pasar spot, telah menurun setelah penundaan tanggal keberangkatan Brexit.

Neil Jones juga mengatakan bahwa para investor harus mengambil keuntungan dari “volatilitas murah” karena mata uang Poundsterling (GBP) tidak mungkin tetap berada dikisaran $ 1,30 ketika hasil Brexit menjadi lebih jelas.

didimaxforex.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *