Euro Terperosok Karena Lemahnya Aktivitas

Euro Terperosok Karena Lemahnya Aktivitas Ekonomi Jerman

Berita forex hari ini datang dari mata uang Euro Terperosok Karena Lemahnya Aktivitas Ekonomi Jerman yang anjlok secara mengejutkan.

Pada dini hari tadi, mata uang Euro (EUR) menurun ke level terendah 22 bulan terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (USD). Kondisi tersebut diakibatkan adanya laporan indikator utama aktivitas ekonomi Jerman yang anjlok secara tiba-tiba.

GRATIS EDUKASI DIDIMAX

Data tersebut menambah kekhawatiran investor dan para pelaku pasar terkait pertumbuhan Zona Euro. Saat berita ditulis pada saat perdagangan awal sesi kawasan Asia hari Kamis, 25 April tadi, pasangan mata uang EURUSD masih diperdagangkan di level terendah pada kisaran 1.1157.

Indeks hasil survei mengenai sentimen bisnis yang dirilis oleh lembaga IFO pada hari Rabu kemarin memperlihatkan penurunan yang tajam dan melenceng dari predikasi. Laporan tersebut menunjukkan bahwa konflik perdagangan global telah membebani perekonomian Jerman, sehingga permintaan pasar dalam negeri menjadi satu-satunya penyangga pertumbuhan saat ini.

Dibandingkan dengan perlambatan Zona Euro dan sejumlah negara mata uang utama lainnya, prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dianggap lebih baik. Hal inilah yang membuat mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) menguat dibandingkan mata uang utama lainnya, termasuk mata uang Euro (EUR).

https://www.youtube.com/watch?v=Bs_srHxcO5A&t=62s

Untuk pasangan mata uang EURUSD, dampaknya memberikan tekanan bearish (downtrend) yang situasinya mirip dengan ketika bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) membatalkan rencana kenaikan suku bunganya di tahun 2019 ini.

“ Menguatnya mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) kemarin disebabkan oleh pelemahan di negara-negara selain Amerika Serikat,” ujar Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi mata uang di Mizuhi Securities. “Pertanyaan besarnya adalah apakah pelemahan di Australia dan kawasan Euro itu hanya untuk sementara atau tidak. Skenario (ekspektasi) utamanya adalah sebuah pemulihan yang terjadi di paruh kedua tahun ini di Zona Euro dan wilayah lainnya” lanjutnya.

Mata uang Euro (EUR) juga melemah terhadap mata uang Poundsterling (GBP) dan mata uang Yen Jepang (JPY). Pasangan mata uang EURGBP juga tertekan pada kisaran 0.8643 dan pasangan mata uang EURJPY menurun selam tiga hari berturut-turut sampai ke kisaran 125.00.

Padahal sebenarnya saat ini pergerakan mata uang Poundsterling (GBP) tengah dihadang oleh meningkatnya ketegangan politik Inggris yang mengancam penyusunan rencana terkait kesepakatan brexit. Sementara itu. mata uang Yen Jepang (JPY) juga tengah menunggu pengumuman kebijakan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang diprediksi tetap dovish.

Jika dilihat ke depan, minggu ini sedikit sekali jadwal rilis data ekonomi di Zona Euro. Akan tetapi, investor dan para pelaku pasar tampaknya akan mengamati penerbitan jurnal ekonomi bank sentaral Eropa (ECB) pada saat perdangan di sesi Eropa tepatnya pukul 15:00 WIB.

Bank sentral Eropa (ECB) dapat menyatakan penilaiannya mengenai outlook ekonomi setempat dalam jurnal tersebut, termasuk yang berkaitan dengan risiko utang negara-negara Zona Euro yang masih terlalu tinggi serta lemahnya aktivitas ekonomi Jerman.

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *