
Berita tentang forex dan komoditas terbaru hari ini – Harga emas melemah dari level tertinggi satu bulan pada Selasa (Rabu pagi WIB) terguncang karena penguatan pasar saham dan dolar Amerika Serikat setelah AS dan China setuju melanjutkan kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang.
Dikutip dari Reuters, Rabu (15/5/2019), harga emas di pasar spot melemah 0,3 persen menjadi USD 1.295,18 per ounces, usai menyentuh USD 1.303,26 di awal sesi, tertinggi sejak 11 April .Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,4 persen menjadi USD 1.296,3 per ounce.
“Kami melihat sedikit penyesuaian dikarenakan indeks dolar kembali naik sedikit dan saham rebound dan pedagang (emas) melakukan aksi ambil untung,” ujar George Gero, yang merupakan Direktur Pelaksana RBC Wealth Management.
Indeks dolar mengalami kenaikan sekitar 0,2 persen usai anjlok ke dekat level terendah satu bulan di sesi sebelumnya. Saham Amerika Serikat naik menusul komentar optimis dari Washington dan Beijing.
Pada hari Selasa Presiden AS Donald Trump menyatakan jika perbincangan perdagangan dengan China belum berakhir. Dengan agenda, Ia akan bertemu Presiden Cina Xi Jinping di KTT G20 pada akhir Juni. Kedua negara itu pun akhirnya menyepakati melanjutkan perbincangan yang perang dagang untuk menambah ketenangan pada pasar.
“Akibat dari perang perdagangan Amerika Serikat dan Cina mempunyai maksud yang bertentangan untuk emas,” ujar Fawad Razaqzada, seorang analis pasar, menulis dalam sebuah catatan. Investor emas harus mempertimbangkan akibat pada permintaan fisik dari China jika tidak ada kesepakatan. Sementara itu, tarif yang lebih tinggi pada ekspor China juga akan memberatkan konsumen Amerika Serikat, semakin membebani permintaan, tambahnya.
https://www.youtube.com/watch?v=wuRGvO4A2Jc&list=PL3x2Lu77CEwCQg5L9D3v6lBPiDPBVjRoV&index=7
Pada hari Senin emas mengalami kenaikan 1,1 persen, menandai kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 19 Februari, usai China merilis akan memberlakukan tarif lebih tinggi pada sejumlah barang Amerika Serikat, membalas keputusan Washington minggu lalu untuk menaikkan pungutan atas USD 200 miliar pada produk impor China .
Investor juga mengontrol meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran usai Arab Saudi menyatakan dua tanker minyaknya diserang di lepas pantai Uni Emirat Arab.
Fokus utama seperti meningkatnya ketegangan Iran menjaga emas dari penjualan, ujar Gero.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak mengalami kenaikan 0,1 persen menjadi USD 14,78 per ounces. Platinum naik 0,4 persen menjadi USD 856,66 per ounce, lalu paladium naik 1,4 persen menjadi USD 1.340,52.






