Dolar Australia Melemah Pasca Pengumuman RBA

Dolar Australia Melemah Pasca Pengumuman RBA

Pada hari Selasa saat perdagangan pasar valuta asing sesi Asia, Dolar Australia melemah terhadap rekannya yaitu Dolar Amerika Serikat. Pasangan mata uang AUDUSD turun sebesar 0,3% menjadi 0,6888 pada pukul 09.30 WIB.

Pasangan mata uang ini meningkat lebih dari 1% terhadap greenback setelah Konservatif Scott Morrison secara mengejutkan memenangkan pemilihan parlemen. Para analis mengatakan bahwa kemenangan itu bisa menambahkan kepastian yang lebih besar terhadap pasar keuangan. Hari ini, Morrison juga mengindikasikan bahwa ia akan memangkas pajak untuk merangsang ekonomi.

GRATIS EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) mengindikasikan bahwa mereka akan memperhitungkan kasus penurunan suku bunga pada bulan Juni mendatang.

“Tingkat uang tunai yang lebih rendah akan mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan memajukan waktu ketika inflasi konsisten dengan target,” ujar gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe dalam pidatonya di cabang Masyarakat Ekonomi Australia di Queensland di Brisbane.

Risalah pertemuan bulan Mei RBA menunjukkan para anggota membahas kemungkinan penurunan suku bunga setelah data terbaru yang mengungkapkan bahwa pengangguran negara mulai meningkat.

Risalah tersebut menunjukkan: “Seperti dalam pertemuan sebelumnya, para anggota membahas tentang skenario di mana inflasi tidak bergerak lebih tinggi dan pengangguran cenderung meningkat, mereka juga mengakui bahwa dalam keadaan seperti itu penurunan suku bunga kemungkinan adalah keputusan yang tepat,”

Indeks dolar Amerika Serikat yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya meningkat tipis sebesar 0,1% menjadi 97,808. Meskipun bukan katalis terarah, ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada saat Konferensi Pasar Keuangan di Florida bahwa kenaikan tingkat utang perusahaan “perlu diawasi” tetapi ia tidak berharap bahwa hal tersebut tidak menjadi ancaman bagi sistem keuangan.

“Utang bisnis tidak menimbulkan jenis risiko yang meningkat pada stabilitas sistem keuangan yang akan menyebabkan kerusakan yang cukup luas pada rumah tangga dan bisnis jika kondisinya memburuk,” Ujar  Powell. “Pada saat yang sama, tingkat utang tentu bisa membuat pengutang stres jika ekonomi melemah” lanjutnya.

Pada hari Senin kemarin, Ekuitas global telah terguncang setelah meningkatnya ketegangan perdagangan pasca Gedung Putih memasukkan daftar hitam raksasa China yaitu Huawei.

Berita itu memicu lebih banyak ketidakpastian terkait bagaimana negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan terus berjalan, meskipun berita bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan sementara mengizinkan Huawei membeli barang-barang buatan Amerika Serikat selama 90 hari agar setidaknya dapat meredakan ketegangan yang sedang terjadi.

Safe-haven Yen Jepang (JPY) gagal mendapatkan momentum dari berita tersebut. Dan saat ini pasangan mata uang USD/JPY menguat sebesar 0,2% menjadi 110,20.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *