Kecemasan Terus Terjadi Akibat Perang Dagang AS

Kecemasan Terus Terjadi Akibat Perang Dagang AS-China Yang Kembali Menerjang Pasar Dengan Lebih Kuat

Kecemasan Terus Terjadi Akibat Perang Dagang AS-China Yang Kembali Menerjang Pasar Dengan Lebih Kuat. Berikut ini berita yang bisa dijadikan sebagai referensi untuk analisa fundamental dalam trading forex.

Kekhawatiran bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina terus terjadi bahkan berlarut-larut membuat perang perdagangan yang lebih kuat kembali membebani pasar keuangan pada awal pekan ini, ketika China menuduh Amerika Serikat menyimpan “harapan berlebihan” untuk kesepakatan guna mengakhiri perselisihan yang terjadi diantara mereka.

Investor menambahkan biaya tarif yang lebih tinggi pada barang-barang Cina dan Amerika Serikat serta dampak dari pembatasan Amerika Serikat yang keras terhadap Huawei Technologies Cina untuk sektor teknologi Amerika Serikat yang secara tajam menurunkan saham pemasok seperti Qualcomm, Micron Technology, dan Broadcom Inc.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Saham Apple Inc juga turun sebesar 3,3%, akibat peringatan dari HSBC bahwa tarif yang lebih tinggi pada barang-barang Cina akan memaksa perusahaan teknologi untuk menaikkan harga, dengan “konsekuensi mengerikan” pada permintaan setiap produknya.

Analis Morgan Stanley memperingatkan bahwa jatuhnya negosiasi perdagangan dan gangguan yang berlangsung lama dengan tarif yang lebih tinggi pada semua perdagangan antara Amerika Serikat-Cina akan mendorong ekonomi global menuju resesi.

Dalam sebuah catatan kepada klien, mereka mengatakan skenario tersebut akan mendorong Federal Reserve AS (the Fed) untuk memotong suku bunga kembali ke nol pada musim semi di tahun 2020, tetapi keterlambatan dalam transmisi kebijakan “akan berarti bahwa kita mungkin tidak dapat mencegah pengetatan terhadap kondisi keuangan dan kemungkinan terjadinya resesi secara besar-besaran.”

https://www.youtube.com/watch?v=cbwRInNMlUQ

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Cina telah memburuk secara dramatis sejak awal Mei, ketika para pejabat Cina mencari perubahan besar pada teks dari kesepakatan yang diusulkan yang menurut administrasi Donald Trump, sebagian besar telah disepakati.

Putaran negosiasi berikutnya juga berakhir tanpa hasil apapun karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menaikkan tarif impor menjadi 25 persen dari 10 persen senilai $ 200 miliar terhadap barang-barang China dan mengancam akan mengenakan tarif pada semua barang Cina yang tersisa juga yang dijual di Amerika Serikat.

Sementara itu, Cina juga memberlakukan kenaikan tarif sebagai pembalasan dan pemerintahan Donald Trump menindaklanjutinya pada hari Kamis dengan menambahkan peralatan telekomunikasi raksasa yaitu Huawei ke daftar hitam perdagangan, dengan cara membatasi kemampuannya untuk membeli komponen juga perangkat lunak Amerika dan melakukan bisnis dengan perusahaan Amerika Serikat lainnya.

Tidak ada negosiasi baru yang dijadwalkan, dan nada tegas dari China menyarankan bahwa negosiasi tidak mungkin dilanjutkan secepatnya dan menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping, bulan depan pada KTT G20 di Jepang.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel yang direkam pekan lalu dan disiarkan pada Minggu malam, Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Cina “memiliki kesepakatan yang sangat kuat, kami memiliki kesepakatan yang baik, dan mereka mengubahnya. Dan saya berkata ‘tidak apa-apa, kita akan memberi tarif pada produk mereka.’ ”

Para pejabat Amerika Seriakt juga sebelumnya mengatakan bahwa Cina telah memberikan landasan pada beberapa masalah inti “struktural”, termasuk tentang tuntutan Amerika Serikat untuk meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual, mengakhiri transfer teknologi paksa dan meningkatkan akses ke pasar Cina. Mengekang subsidi negara telah membuat masalah yang lebih sulit.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lu Kang, membantah pada hari Senin bahwa Cina telah menyetujui sesuatu dengan mengatakan:

“Kami tidak tahu apa perjanjian yang dibicarakan oleh Amerika Serikat. Mungkin Amerika Serikat memiliki perjanjian yang selama ini mereka harapkan, akab tetapi hal itu bukan kesepakatan yang disepakati oleh Cina.”

Alasan putaran terakhir negosiasi antara China-Amerika Serikat tidak mencapai kesepakatan adalah karena Amerika Serikat berusaha “untuk mencapai kepentingan yang tidak masuk akal melalui tekanan ekstrem”, ujar Lu. “Sejak awal ini tidak akan berhasil” lanjutnya.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *