Yen Melemah Pasca Donald Trump

Yen Melemah Pasca Donald Trump Tunda Tarif Impor Terhadap Meksiko

Pada awal perdagangan pasar valuta asing Senin, 10 Juni 2019 mata uang Yen Jepang (JPY) melemah melawan Dolar Amerika Serikat (USD) . Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda menerapkan tarif impor dari Meksiko membuat risk appetite pelaku pasar membaik dan menurunkan permintaan aset aman atau safe haven seperti Yen Jepang (JPY).

Yen Jepang (JPY) bahkan dibuka gap up di kisaran level 108,54/US$, sebelum pelemahan tersebut terpotong dan berada di kisaran level 180,41/US$ pada pukul 7:14 WIB, mengutip data dari Refinitiv.

Gap up merupakan kondisi saat harga pembukaan perdagangan hari ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada penutupan perdagangan sebelumnya. Perdagangan Yen Jepang (JPY) dengan Dolar Amerika Serikat (USD) yang disimbolkan dengan USDJPY pada hari Jumat lalu berakhir di kisaran level 108,18/US$.

Pada hari Jumat, 7 Juni 2019 lalu Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Meksiko telah menandatangani kesepakatan untuk menghindari tarif impor dari Meksiko ke Amerika Serikat yang seharusnya diterapkan pada hari ini, dilansir dari CNBC International.

Dalam pernyataan bersama kedua negara, Meksiko setuju “mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk meningkatkan penegakan dan membatasi imigran ilegal”. Langkah yang dimaksudkan Meksiko tersebut termasuk dengan menambah penjagaan di seluruh batas negara, dengan prioritas di perbatasan selatan.

Berkat dibatalkannya tarif impor dari Meksiko tersebut, para pelaku pasar sedikit lega karena perang dagang tidak akan meluas di saat hubungan antara Amerika Serikat – China yang sedang memanas. Aset-aset bersiko kembali menguat, dan Yen Jepang (JPY) pun menjadi kurang menarik. Meskipun demikian, Yen Jepang (JPY) masih berada di dekat level terkuat dalam lima bulan terakhir melawan Dolar Amerika (USD).

https://www.youtube.com/watch?v=x1yKvVX_XEg

Fundamental Dolar Amerika Serikat (USD) saat ini juga masih belum bagus setelah Federal Reserve/The Fed diprediksi akan memotong suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Hal tersebut diperburuk dengan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu.

Data tersebut menunjukkan bahwa sepanjang bulan Mei perekonomian Amerika Serikat hanya mampu menyerap 75.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll), jauh di bawah data bulan sebelumnya yakni di angka 224.000 tenaga kerja.

Di sisi lain, data dari Jepang hari ini menunjukkan bahwa surplus current account yang bertambah, dan pertumbuhan ekonomi di kuartal-I tahun 2019 direvisi naik menjadi 0,6% dari rilis sebelumnya sebesar 0,5%.

Latar belakang tersebut membuat pergerakan Yen Jepang (JPY) akan menarik pada hari ini, meski kemungkinan masih akan melemah jika bursa saham global menguat, tetapi jika penguatan tersebut tidak signifikan, maka ada kemungkinan jika Yen Jepang (JPY) akan kembali menguat.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *