Dolar AS Terperosok Setelah Melompat

Dolar AS Terperosok Setelah Melompat Ke Level Tertinggi Tiga Minggu Pada Laporan Pekerjaan

Dolar Amerika Serikat (USD) terperosok setelah naik ke dekat level tertinggi tiga minggu pada laporan Pekerjaan. Dolar Amerika Serikat (USD) terperosok pada hari Senin saat perdagangan pasar valuta asing di sesi Asia setelah melompat ke level tertinggi tiga minggu pada laporan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan yang mengurangi harapan bahwa Federal Reserve Amerika Serikat akan memotong suku bunga secara agresif untuk memerangi ekonomi yang melambat.

Data nonfarm payroll (NFP) naik sebesar 224.000 pada bulan Juni, jauh di atas ekspektasi konsensus untuk 160.000 dan rebound tajam dari 72.000 yang direvisi turun pada bulan Mei.

Data tersebut mendorong greenback pada hari Jumat dan mengirim mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) ke level tertinggi tiga minggu di kisaran level 96,968, sebelum melepaskan sebagian kenaikannya hari ini.

Indeks Dolar Amerika Serikat terakhir diperdagangkan di 96.792 pada pukul 01:23 ET (5:23 GMT), turun sebesar 0,1%.

Pada dasarnya, data yang kuat akan mengurangi potensi penurunan suku bunga The Fed pada akhir Juli nanti. Sebelumnya, para pedagang memprediksi bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juli mendatang dan total tiga pemotongan suku bunga tahun ini untuk mengurangi dampak dari berbagai sengketa perdagangan Amerika Serikat.

Pasangan EURUSD sedikit mengalami perubahan pada pukul 1:1227. Data pada minggu lalu menunjukkan bahwa order industri Jerman turun jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei mendatang.

https://www.youtube.com/watch?v=Bs_srHxcO5A&t=62s

Kementerian Ekonomi negara tersebut juga memperingatkan bahwa sektor ini kemungkinan akan tetap lemah dalam beberapa bulan mendatang.

Pasangan USDJPY berangsur-angsur turun sebesar 0,1% menjadi 108,31. Kantor Kabinet melaporkan bahwa pesanan inti negara itu turun sebesar 7,8% pada bulan Mei dari bulan sebelumnya.

Angka tersebut dibandingkan dengan penurunan yang diharapkan yakni sebesar 4,7% dan mengikuti kenaikan sebesar 5,2% pada bulan April.

Disisi lain, Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa dia mengharapkan ekonomi negara itu tumbuh berimbang dan secara bertahap mendorong inflasi menuju target yakni sebesar 2% oleh bank sentral.

“BOJ akan membuat penyesuaian kebijakan yang diperlukan untuk mempertahankan momentum ekonomi menuju pencapaian target inflasi,” ujar Kuroda dalam pidatonya pada hari Senin kemarin.

Selain itu, Pasangan AUDUSD diperdagangkan 0,2% lebih tinggi yakni ke kisaran level 0,6990.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *