
Berikut berita terbaru mengenai forex hari ini – Pada perdagangan Senin (2/9/2019), dolar AS melemah dan yen Jepang menguat dikarenakan investor berpindah pada aset safe haven ketika kenaikan tarif impor AS dan China mulai berlaku awal bulan ini.
Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback atas enam mata uang utama lainnya, terlihat melemah 0,09 poin atau 0,09 persen ke level 98,826 pada pukul 07.35 WIB. Indeks dolar sebelumnya dibuka melemah 0,088 poin ke level 98,828. Pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu (30/8), indeks dolar AS ditutup menguat 0,409 poin atau 0,42 persen ke level 98,916.
Selain itu, nilai tukar yen terlihat menguat 0,18 persen atau 0,19 poin kelevel 106,09 per dolar AS pada pukul 07.59 WIB, usai dibuka menguat 0,17 poin di posisi 106,11.
Selain yen, komoditas emas yang merupakan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi juga menguat pada Senin. Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau menguat 0,54 persen ke posisi US$1.537,6 per troy ounce pada pukul 07.49 WIB.
Sejak perdagangan internasional pada 2010, Yuan offshore China anjlok ke level terendah di tengah tanda kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi China.
Investor akan memantau pasar saham China dan bagaimana bank sentral China menetapkan nilai referensi yuan di dalam negeri pada perdagangan hari ini Asia sebagai ukuran yang lebih luas dari selera risiko, yang merupakan faktor penting di balik gejolak pasar dalam beberapa minggu terakhir.
“Tarif impor memperlihatkan kita tidak akan melihat pembukaan yang sangat ramah pasar minggu ini,” ujar Rodrigo Catril yang merupakan analis valuta asing senior di National Australia Bank, seperti dilansir Reuters.
“Ada banyak peristiwa berisiko minggu ini dari laporan ekonomi AS dan China, yang seharusnya membantu kita melihat siapa yang lebih banyak dirugikan dari perang perdagangan, namun kami tidak berpikir kesepakatan akan segera terjadi,” lanjutnya.
Amerika Serikat menetapkan tarif 15 persen untuk sejumlah barang impor dari China pada hari Minggu, sepertikalas kaki, jam tangan pintar, dan televisi layar datar, sementara China memberlakukan bea masuk baru pada minyak mentah AS.
Beberapa laporan ekonomi dijadwalkan rilis pekan ini seperti survei manufaktur dan jasa di AS dan China. AS juga akan mengeluarkan data neraca perdagangan dan data non-farm payroll.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kedua pihak masih akan bertemu untuk pembincangan akhir bulan ini, namun harapan untuk resolusi perang perdagangan berkurang.
Volume perdagangan di pasar modal diprediksi berkurang karena bursa saham Amerika Serikat ditutup pada hari Senin untuk liburan Hari Buruh.





