Pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Rabu waktu setempat (Kamis WIB), kurs Dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Sementara Poundsterling Inggris (GBP) terangkat oleh rancangan undang-undang untuk mencegah Brexit tanpa kesepakatan pada akhir Oktober yang meredakan kekhawatiran pasar atas keadaan ekonomi Inggris di masa depan.
Mengutip Antara, Kamis, 5 September 2019, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,55 persen menjadi 98,4505 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan sesi New York, Euro (EUR) naik menjadi USD1,1032 dari USD1,0966 pada sesi sebelumnya, dan Poundsterling Inggris (GBP) naik menjadi USD1,2212 dari USD1,2085 pada sesi sebelumnya.
Dolar Australia (AUD) naik menjadi USD0,6798 dibandingkan dengan USD0,6760 pada sesi sebelumnya. Lalu Dolar Amerika Serikat (USD) dibeli 106,40 Yen Jepang (JPY), lebih tinggi dibandingkan dengan 105,99 Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat (USD) turun menjadi 0,9802 Franc Swiss (CHF) dibandingkan dengan 0,9874 Franc Swiss (CHF), dan turun menjadi 1,3219 Dolar Kanada (CAD) dibandingkan dengan 1,3326 Dolar Kanada (USD) pada sesi sebelumnya .
Di sisi lain, Dewan Perwakilan Inggris mengesahkan RUU Brexit dalam pembacaan akhir dengan 327 suara berbanding 299, yang berarti bahwa pemerintah harus memperpanjang batas waktu Brexit melebihi tanggal 31 Oktober, jika kesepakatan tidak dapat dicapai dengan Uni Eropa (EU) saat itu.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang bersumpah untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober mendatang dengan atau tanpa kesepakatan, meminta anggota parlemen untuk mendukung rencananya mengadakan pemilihan umum awal pada 15 Oktober.
https://www.youtube.com/watch?v=TpIUNDLgI1s
Sementara itu, Dolar Amerika Serikat (USD) juga tertekan oleh kekhawatiran kinerja ekonomi, setelah data manufaktur Amerika Serikat dari lembaga riset swasta Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa sektor ini mengalami kontraksi pada bulan Agustus.
Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur Amerikat Serikat pada bulan Agustus tercatat 49,1 persen, turun 2,1 poin persentase dari angka Juli, menurut Manufacturing ISM Report On Business yang dirilis pada hari Selasa, 3 September 2019.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memangkas kerugian dari sesi sebelumnya karena investor mencerna buku laporan terbaru yang dirilis oleh bank sentral AS. Adapun arah pandang the Fed menjadi salah satu fokus bagi investor untuk melihat kondisi ekonomi ke depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 237,45 poin atau 0,91 persen menjadi 26.355,47. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 31,51 poin atau 1,08 persen, menjadi 2.937,78. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 102,72 poin, atau 1,3 persen, menjadi 7.976,88.
Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan sektor teknologi dan layanan komunikasi masing-masing bertambah 1,71 persen dan 1,61 persen, memimpin saham unggulan. Mayoritas perusahaan komponen Dow berdagang di wilayah hijau, dengan Intel, Walgreens Boots Alliance, dan Nike menjadi peraih laba tertinggi.
Aktivitas ekonomi meningkat di sebagian besar Amerika Serikat, dengan delapan dari 12 Distrik Federal Reserve melaporkan bahwa pertumbuhan berada di mode sedang, menurut beige book yang dirilis oleh Federal Reserve. Mayoritas distrik menunjukkan manufaktur yang meluas, tetapi pertumbuhannya melambat, terutama di sektor otomotif dan energi, ujar beige book.
didimaxforex.com







