
Berikut berita terbaru mengenai forex hari ini – Pada Kamis (12/9), PM Inggris Boris Johnson mengatakan jika negaranya akan siap menghadapi Brexit tanpa kesepakatan pada 31 Oktober 2019. Walaupun Pemerintah Inggris juga mengingatkan bahwa perencanaan mengenai hal itu masih sangat sedikit.
Namun Johnson memastikan, pemerintah sudah mempercepat persiapannya untuk meninggalkan UE tanpa kesepakatan pada laporan 2 Agustus 2019. Laporan tersebut tertulis pada Rabu (11/9) usai anggota parlemen mendorong rilis ke publik.
Dia juga menyebutkan tentang perkiraan Operasi Yellowhammer, yaitu kode perencanaan yang digunakan bendahara Inggris dalam rencana darurat sipil lintas pemerintah jika Brexit tanpa kesepakatan.
Operasi tersebut disusun dengan masukan dari berbagai departemen, berisi peringatan kemungkinan terjadinya kerusuhan sipil hingga kekurangan makanan dan obat-obatan usai keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa ada kesepakatan. Artinya merupakan skenario kasus terburuk.
“Semua industri yang penting akan siap untuk Brexit tanpa kesepakatan. Apa yang Anda lihat di sini hanyalah persiapan yang masuk akal, skenario terburuk, yang Anda harapkan akan dilakukan oleh pemerintah mana pun,” ujar Johnson kepada wartawan, Kamis (12/9).
Dokumen tersebut memberikan prediksi suram mengenai kemungkinan kekacauan publik, ketegangan masyarakat, serta kebuntuan di pelabuhan laut Inggris Channel Ports yang mungkin mengancam suplai dalam negeri usai keluar UE tanpa kesepakatan.
Tapi Paul Carter setuju administrasi Johnson sudah membuat kemajuan nyata dalam beberapa minggu terakhir. Carter yaitu pemimpin Partai Konservatif dari otoritas lokal di wilayah tenggara Kent di mana ada kekhawatiran kebuntuan terjadi. “Saya cukup yakin, kita dapat menghindari gangguan di Kent,” ujarnya kepada BBC.
https://www.youtube.com/watch?v=eRGwfthfP-k
Tetapi Menteri Anggaran Prancis Gerald Darmanin mengatakan, dirinya sedikit khawatir tentang bagaimana persiapan Inggris.
“Anda tidak menciptakan kembali perbatasan yang tidak ada selama beberapa tahun hanya dalam beberapa jam,” ujarnya.
Dalam rilis Yellowhammer juga sudah mengakibatkan kekhawatiran di kalangan anggota parlemen, pemisahan yang berlangsung tidak teratur akan sama buruknya dengan yang diperingatkan oleh dokumen. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” jelas anggota parlemen Dominic Grieve.
Ia diusir dari Partai Konservatif yang berkuasa pada minggu lalu, karena memberikan suara menentang pemerintah atas masalah ini. “Bahkan jika kita siap untuk Brexit tanpa kesepakatan, ini sangat mengganggu dan mahal,” lanjutnya.






