
Pada perdagangan pasar valuta asing hari Rabu malam, 16 Oktober 2019, Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami pelemahan setelah penjualan ritel Amerika Serikat turun untuk pertama kalinya selama tujuh bulan terakhir di bulan September dan ini meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan ini.
Indeks Dolar Amerika Serikat (USD) melemah kisaran level 0,1% menjadi 97.928 pada pukul 11:02 ET (15:02 GMT).
Penjualan ritel turun sebesar 0,3% karena konsumen mengurangi pengeluaran. Data tersebut adalah penurunan pertama sejak bulan Februari dan menunjukkan bahwa kelemahan yang terlihat sepanjang tahun di bidang manufaktur menyebar ke sektor ekonomi lainnya.
Peluang penurunan suku bunga The Fed untuk bulan Oktober meningkat menjadi 88,2%, dibandingkan dengan 73,8% pada hari Selasa, berdasar Alat Monitor Suku Bunga Fed. Hal tersebut muncul setelah komentar dari Presiden Fed Chicago Charles Evans yang berpendapat bahwa The Fed cukup bertindak agresif untuk mendapatkan “momentum” ke dalam inflasi.
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China juga membebani kondisi ini karena ketidakpastian yang tetap hadir meskipun gencatan sementara perang dagang sedang berlangsung.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pada hari Selasa bahwa perang perdagangan Amerika Serikat-Cina akan memangkas pertumbuhan global tahun 2019 ke tingkat yang paling lambat sejak terjadi krisis keuangan. Organisasi tersebut mengatakan bahwa rincian lebih lanjut tentang kesepakatan perdagangan Tahap Satu Donald Trump diperlukan.
Sementara itu, Poundsterling (GBP) mencapai level tertinggi selama lima bulan sebelum sedikit melemah karena trader berspekuasi pada harapan bahwa terobosan Brexit akan tercapai hari ini.
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, mereka akan megetahui pada malam hari kapan Brexit akan terjadi. Batas waktu resmi yang ditentukan adalah tanggal 31 Oktober, tetapi sekarang tidak ada kemungkinan hukum tertulis yang disetujui pada KTT minggu ini, menurut pernyataan Donald Tusk sebelumnya.
Pasangan mata uang GBP/USD meningkat sebesar 0,2% ke kisaran level 1,2806 sementara pasangan EUR/USD naik sebesar 0,2% menjadi 1,1045.
Disisi lain, lira Turki sedikit menguat dalam laporan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah setuju untuk bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence pada hari Kamis untuk membahas invasi negaranya ke Suriah utara. Erdogan mengatakan sebelumnya bahwa ia tidak akan setuju dengan seruan gencatan senjata oleh Amerika Serikat.






