ALASAN MENGAPA TRADER TAKUT LOSS

ALASAN MENGAPA TRADER TAKUT LOSS

Apakah ada Trader yang ingin dan mau mendapatkan loss atau rugi? Tentu saja jawabannya tidak. Semua trader tentu saja ingin mendapatkan profit. Yuk simak ALASAN MENGAPA TRADER TAKUT LOSS ?

TRADER TAKUT LOSS

Dalam bisnis , untung dan rugi itu merupakan hal yang wajar. Termasuk dalam trading forex. Trading forex merupakan bisnis yang high risk, high return, namun dengan kita memiliki ilmu yang cukup, dan bisa mengatur Money Management yang baik maka high risk tersebut bisa di minimalisir sehingga menjadi low risk.

Trading forex itu bagaikan seni. Tanpa loss, trading forex tidak akan menjadi menarik. Namun bukan berarti terus menerus mendapat loss itu bagus. Dengan adanya keseimbangan antara profit dan loss dalam transaksi trading forex itu akan jauh lebih bagus.

Selalu mendapatkan loss bisa membuat trader terancam margin call (MC), sedangkan jika trader terus mendapat profit juga tidak baik, karena bisa membuat lupa diri , over confident dan dapat membahayakan dinamika dalam strategi trading yang sudah di rencanakan.

Perlu diingat bahwa “Setiap trader pasti akan mengalami loss”. Apakah loss itu berarti jelek ? Ini jelas keliru. Bila Anda mengalami loss bukan berarti Anda seorang loser, yang perlu menjadi fokus Anda adalah bagaimana mengikuti sistem rule yang Anda buat.

Setiap sistem yang Anda gunakan dalam trading akan mengalami permasalahan yang sama yaitu kesalahan signal. Jadi, tidak ada sistem yang bisa menjamin profit terus-menerus. Bagaimanapun trading hanyalah bisnis, sistem tidak mungkin mencapai tingkat keakuratan 100%. Seandainya sistem Anda memiliki peluang 70% profit itu artinya setiap dari 10 transaksi bisa mengalami 3 kali loss. Jika dihitung akumulasi , Anda masih terbilang profit. Lalu mengapa harus pusing ?

Salah satu penyebab kegagalan trader yang lain adalah karena tak menerima suatu kekalahan. Padahal setiap transaksi ada kalanya Anda akan dipaksa untuk keluar posisi secara tiba-tiba, baik karena harus melakukan cut loss atau terkena stop loss.

Mengapa ? Karena loss-nya dianggap terlalu besar. Jika Anda memiliki management dan batas toleransi dari suatu kerugian, maka Anda akan baik-baik saja. Namun kenyataannya masih banyak trader yang sering menahan floating, dan cenderung menunggu sampai harga benar-benar berbalik sehingga akan membuat profit.

Ketika loss dari floating tersebut sudah menggunung tinggi, trader malah enggan untuk close posisi dan memilih untuk menunggu lagi dan lagi. Satu keputusan yang tak ayal akan membuat loss semakin besar.

Jika jalan ini yang Anda pilih, maka jangan heran jika akun Anda terkena Margin Call. Pada saat Anda bisa mulai menerima kekalahan atau loss, maka performa trading Anda akan mulai stabil. Loss bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dihadapi dan diminimalkan. Pada saat Anda cut loss, pelajarilah permasalahan yang menyebabkan kekalahan tersebut. Berusahalah untuk terus memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Loss selalu ada dalam trading, namun hal itu dapat diterima jika Anda mengetahui batas toleransi dari kekalahan. Loss dapat diminimalisir dengan mengikuti rule pada sistem trading Anda. Pada saat loss, Anda sudah tahu bahwa sistem yang Anda gunakan memiliki tingkat keakuratan tersendiri. Bila Anda sudah dapat menerima loss dan kerugian trading Anda, maka transaksi Anda akan menjadi lebih stabil.

Sumber : seputarforex

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *