Hallo sahabat trader! untuk kamu yang sudah lama mengenal trading forex pasti sudah tau apa itu Candlestick dan untuk kamu yang baru mengenal trading pasti kebingungan saat mendengar kata “Candlestick” ini.Yuk simak artikel berikut untuk mengenal apa itu Candlestick!
Apa Itu Candlestick?
Candlestick adalah sebuah metode untuk memetakan dan membaca pergerakan harga saham, komoditas dan forex. Teknik ini termasuk dalam kelompok analisis teknikal dan merupakan teknik tertua yang diciptakan oleh Munehisa Homma (Jepang, 1724-1803).
Bagian-Bagian Candlestick
Dalam satu bagan Candlestick terdapat bagian-bagian yang memiliki informasi penting. Secara umum, Candlestick yang berwarna putih (Bullish) menggambarkan pasar/harga naik, sedangkan Candlestick yang berwarna hitam (Bearish) menggambarkan pasar/harga turun.
Pada contoh gambar diatas, candlestick yang berwarna Hijau adalah candlestick Bullish, sedangkan candlestick merah adalah candlestik Bearish. Dalam setiap software platform trading Anda bisa merubah warna-warna dari candlestick tersebut sesuai dengan keinginan. Kita bisa lihat pada contoh gambar diatas, garis yang berada diatas menunjukan data harga tertinggi, sedangkan garis dibawah menunjukan data harga terendah dalam satu periode candlestick tersebut.
Keuntungan menggunakan Candlestick chart
- Candlestick chart mudah dibaca.
- Candlestick chart memiliki pola/pattern dengan nama-nama yang unik dan berbeda-beda sehingga mudah untuk diidentifikasi.
- Candlestick chart sangat bagus untuk mengenali trend dari trend naik ke trend turun atau sebaliknya.
Aturan Menggunakan Candlestick
Ketika Anda menggunakan candlestick sebagai sinyal entry dan close posisi, selalu ikuti aturan dasar dibawah ini :
1. Jangan mengganti-ganti periode candlestick setiap entry dan close posisi. Namun disarankan untuk melihat candlestick dalam periode yang lebih panjang. Misalnya, Anda melihat bentuk candlestick pola pembalikan trend pada time frame 15 menit tapi candlestick pada time frame H1 menunjukan pola kelanjutan trend.
Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sinyal pembalikan pada time frame 15 menit hanyalah sebuah koreksi. Selalu berhati-hati dengan sinyal yang diberikan candlestick. Selalu pantau candlestik dengan periode yang lebih besar untuk melihat trend jangka panjang.
2. Analisa dengan menggunakan candlestick juga harus selalu mengamati kondisi trend sebelumnya.
3. Selalu menunggu konfirmasi dari bentuk candlestick berikutnya. Jangan sekali-kali mencoba untuk entry posisi ketika candlestick belum sepenuhnya terbentuk/close.
Rangkuman tentang Candlestick
- Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, maka candlestick ditampilkan secara transparan/warna putih (warna candle Bullish bisa disesuaikan selera).
- Jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, maka candlestick ditampilkan dengan warna hitam (warna candle Bearish bisa disesuaikan selera)
- Bagian yang berwarna, entah itu putih/hitam disebut sebagai body candle/ batang candle.
- Garis vertical yang keluar dari body candle disebut sebagai shadow (bayangan) dan menampilkan jarak harga tertinggi dan harga terendah dengan body candlestick.
- Harga tertinggi ditandai dengan ujung atas dari shadow, dan harga terendah ditandai dengan ujung bawah dari shadow.
Perlu dicatat bahwa sinyal dari candlestick sendiri tidak cukup digunakan sebagai sinyal tunggal untuk mengkonfirmasi sinyal Entry dan Close, tetapi perlu ditambahkan dengan sinyal pendukung lain seperti indikator. Selain itu Candlestick juga mampu mengambarkan situasi psikologi pasar dan dapat mengidentifikasikan perubahan dan kelanjutan trend.







