AS Resmi Naikkan Tarif Impor Produk China, Yen Kembali Bersinar

AS Resmi Naikkan Tarif Impor Produk China, Yen Kembali Bersinar

Hai teman-teman trader! Berita di pasar forex hari ini datang dari AS Resmi Naikkan Tarif Impor Produk China, Yen Kembali Bersinar. Kondisi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menepati ucapannya untuk menaikkan tarif impor terhadap produk China.

Pada hari Jum’at dini hari waktu setempat, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah resmi menaikkan tarif impor barang dari China dan di sisi lain, China menyatakan bahwa mereka akan membalas kebijakan Amerika Serikat tersebut.

Dampak dari perseteruan kedua negara raksasa ekonomi ini membuat bursa saham Asia kembali masuk ke zona merah dan Yen Jepang (JPY) kembali bersinar.

Pada pukul 11:30 WIB, Yen Jepang (JPY) diperdagangkan di kisaran level 110,70 per Dolar Amerika Serikat (USD) atau berbalik menguat setelah sebelumnya melemah ke kisaran level per Dolar Amerika Serikat (USD), melansir kuotasi Refinitiv.

Meski negosiasi dagang antara Amerika Serikat dengan China masih berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepati ucapannya yang akan menaikkan tarif impor terhadap produk China yang sebelumnya 10% menjadi 25% dari senilai US$200 miliar.

Belum cukup sampai di situ, Presiden Donald Trump juga berencana akan mengenakan tarif masuk ke negaranya sebesar 25% untuk produk-produk China senilai US$325 miliar yang saat ini belum dikenakan tarif.

Langkah yang diambil oleh Donald Trump tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menekan China agar segera menyepakati perjanjian yang sudah dibuat sebelumnya. Donald Trump menuduh bahwa China berusaha tuntuk menunda-nunda kesepakatan dan berencana untuk melakukan negosiasi ulang.

Sampai saat ini, masih belum ada pemberitahuan dari Pemerintah China mengenai balasan apa yang akan diberikan kepada Amerika Serikat. Untuk saat ini Amerika Serikat telah menerapkan tarif impor terhadap produk China yakni senilai US$ 250 miliar. Sebaliknya China juga telah merepakan tarif impor terhadap produk Amerika Serikat senilai US$ 110 miliar.

Jika sampai akhir Jumat ini belum ada kesepakatan antara Amerika Serikat dengan China, maka kemungkinan perang dagang diantara kedua negara tersebut akan semakin bergejolak dan berakibat buruk bagi perekonomian global.

Perang dagang antara dua negara raksasa ekonomi dunia selama ini membuat perekonomian global melambat. Pada tahun ini saja, berbagai institusi sudah memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi global, dan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China lah yang menjadi alasan utamanya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka kemungkinan bursa saham global akan kembali tumbang, dan aset-aset mata uang safe haven akan kembali bersinar, termasuk Yen Jepang (JPY).

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *