BOJ Mempertahankan Tingkat Suku Bunga Agar Tetap Stabil

https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing

Pada hari Kamis kemarin, Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunganya dengan stabil, sekitar -0,1 persen, mengindikasikan bahwa adanya penurunan suku bunga yang akan terjadi untuk masa yang akan datang.

“Peluang ekonomi kehilangan momentum untuk mencapai target harga (inflasi), sehingga kami belum meningkatkan suku bunga. Tetapi kita perlu meneliti perkembangan karena ketidakpastian di luar negeri semakin tinggi, “ ujar Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda,” Masih mungkin bagi BOJ untuk memperdalam tingkat negatif, “ tambahnya.

Tampaknya pelonggaran moneter memang tidak diperlukan saat ini, karena ada lonjakan tak terduga dalam penjualan ritel Jepang pada bulan September, yang naik sebesar 9,1 persen (sebagian besar karena dorongan dalam penjualan mobil), kenaikan tertinggi sejak tahun 2014 dan mengejutkan, karena Jepang baru-baru ini meningkatkan pajak penjualannya dari 8 persen menjadi 10 persen, untuk mengatasi masalah fiskal mereka.

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

Namun, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang mungkin memerlukan stimulus dalam waktu dekat. Baru-baru ini Dana Moneter Internasional mengeluarkan Outlook Ekonomi Dunia, di mana mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat, sebear 0,3 persen lebih rendah dari perkiraan pada bulan April, sebagian besar dikarenakan ketidakstabilan ekonomi saat ini yang disebabkan oleh perang dagang tarif impor Donald Trump, krisis politik Brexit dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Teluk Persia.

Ekonomi Jepang sangat bergantung pada kegiatan ekspornya dan pada dasarnya terhenti sejak tahun 1990, diperkirakan akan tumbuh hanya sebesar 0,5 persen pada tahun 2020 (turun dari pertumbuhan tahun ini yang diperkirakan 0,9 persen), sebagian besar dikarenakan situasi global saat ini dan kemungkinan sanksi, dengan tarif oleh Amerika Serikat di masa depan.

Baru-baru ini, kepala ekonom dari Mizuho Research Institute juga mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang sebenarnya datar dan kemungkinan akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal keempat. Hal ini terjadi setelah ekonomi Jepang perlahan-lahan pulih pada awal tahun 2019, yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan ekspor, investasi, dan produksi dalam negeri.

Saat ini, Jepang juga berjuang dengan masalah demografis yang dialaminya. Negara yang merupakan ekonomi terkuat kedua di dunia selama tahun 80-an, yang hanya mampu dilampaui oleh Amerika Serikat ini sekarang berada di tengah krisis demografis yang merusak pertumbuhan ekonominya dan meningkatkan utang publiknya.

Selain itu, tingkat kelahiran juga rendah, bersama dengan peningkatan harapan hidup, penolakan untuk membuka pasar tenaga kerja bagi orang asing dan kegagalan insentif pemerintah Jepang bagi orang muda untuk menikah dan mempunyai anak. Semua hal itu telah merusak tanah dari tingkat produktivitas negeri matahari terbit yang meningkat.

“Tren yang muncul baru-baru ini, menunjukkan bahwa ekonomi Jepang memasuki dataran tinggi, yang akan berlangsung selama beberapa waktu,” ujar Kepala Ekonom Jepang Katsuyuki Hasegawa.

GRATIS EDUKASI DIDIMAX

Bank of Japan tidak mematuhi mandatnya

Di sisi lain, tingkat inflasi Jepang juga masih jauh di belakang target inflasi Bank Dunia. Indeks harga konsumen intinya naik hanya sebesar 0,3 persen bulan lalu, kenaikan terkecil sejak bulan April 2017, meskipun ada kenaikan pajak konsumen baru-baru ini.

“Perusahaan tidak menerjemahkan dampak kenaikan pajak pada konsumen sebanyak yang diharapkan,” ujar Mari Iwashita, kepala ekonom pasar di Daiwa Securities.

Inflasi rendah yang persisten ini memang tidak mudah untuk dijelaskan, mengingat Jepang memiliki tingkat utang yang tinggi. Beberapa pihak mengaitkan hal ini dengan kelebihan dana negara saat ini (karena kelebihan tabungan). Hal inilah yang membuat Jepang membutuhkan pelonggaran lebih lanjut.

Pada perdagangan pasar valuta asing pukul 10:29 GMT, pasangan mata uang USD/JPY turun sebesar 0,53 persen, jatuh ke kisaran level 108,25. Sedangkan pasangan mata uang EUR/JPY mengikuti tren, jatuh sebesar 0,33 persen ke kisaran harga 120,93 dan pasangan mata uang AUD / JPY turun sebesar 0,53 persen, 74,72.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *