Boris Johnson Terpilih Jadi PM Inggris Baru, Pound Stabil

Boris Johnson Terpilih Jadi PM Inggris Baru, Pound Stabil

Berikut berita tentang forex terbaru hari ini – Pada Rabu pagi di Asia Poundstreling bergerak tenang melawan dolar AS usai kabar menyebutkan jika Boris Johnson terpilih menjabat PM Inggris yang baru.

Pasangan mata uang GBP/USD terakhir diperdagangkan pada 1,2429 pukul 10.30 WIB, melemah 0,04%.

PM baru Johnson terkenal dengan sikap garis kerasnya mengenai Brexit yang sebagai juga pemimpin Partai Konservatif. Johnson mengalahkan Jeremy Hunt dengan jarak 2 banding 1.

Setelah pengumuman hari Selasa, Johnson mengatakan jika ia akan mempersatukan Inggris.

GRATIS EDUKASI DIDIMAX

“Seperti sejumlah negara raksasa yang tertidur, kita akan bangkit dan menghilangkan keraguan dan negatifitas dengan menyediakan pendidikan yang layak, infrastruktur yang mumpuni, lebih banyak polisi, jaringan fiber broadband yang kencang dan tersambung di tiap rumah. Kita akan menyatukan negara yang menakjubkan ini dan kita akan membawanya maju bersama ke depan,” kata Johnson di hadapan publik.

Johnson baru-baru ini menekankan bahwa Inggris Raya harus meninggalkan UE pada tanggal 31 Oktober mengatakan, “lakukan ini atau mati, apa pun yang terjadi” walaupun banyak kekhawatiran yang meluas tentang no-deal Brexit.

Selain itu, USD menguat menuju ke level tertinggi dalam empat minggu Selasa usai presiden AS Donald Trump dan juga Kongres AS memperoleh kesepakatan untuk meningkatkan plafon utang, serta bisa mengurangi kekhawatiran atas kondisi pemerintahan yang gagal bayar utang.

Dalam berita jika para pejabat dari AS dan China akan memulai perbincangan perdagangan langsung minggu depan yang mendukung dolar AS , walaupun data memperlihatkan bahwa mungkin dibutuhkan setidaknya waktu beberapa bulan untuk menyepakati sebuah kesepakatan perdagangan.

Dalam laporan lain, International Monetary Fund atau IMF menurunkan prospek pertumbuhan global untuk kedua kalinya tahun ini.

Ekonomi dunia akan berkembang 3,2% tahun ini dan 3,5% untuk tahun depan, lembaga tersebut melaporkan dalam data triwulanan terbarunya; World Economic Outlook yang dipubikasikan Selasa. Kedua angka tersebut melemah 0,1% dari proyeksi IMF pada bulan April lalu.

“Kenaikan pertumbuhan yang diproyeksikan pada tahun 2020 tersebut yaitu hal yang darurat, menganggap stabilisasi di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang serta kemajuan yang ada saat ini menuju perbedaan penyelesaian kebijakan perdagangan,” kata IMF.

“Faktor risiko sangat penting bagi perekonomian global jika  perkembangan yang merugikan – termasuk masalah tarif lanjutan dari AS dan China, tarif mobil AS atau no-deal Brexit – kepercayaan yang rendah, investasi melemah, rantai persediaan global yang terganggu, dan melambatnya pertumbuhan global didasari hal ini,” tambah IMF.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *