Dolar AS Melemah Tenaga Jelang Pidato Ketua The Fed

Pada Dasarnya Sulit Buat Dolar AS Turun
Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terjadi karena pelaku pasar menunggu pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang akan membahas mengenai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Kamis, 27 Agustus 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01 persen pada 93,0048. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1815 dari USD1,1835 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3190 dibandingkan dengan USD1,3146 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi USD0,7226 dibandingkan dengan USD0,7195. Dolar AS dibeli 106,01 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,32 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9086 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9077 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3153 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3183 dolar Kanada.

Powell akan menyampaikan pidato pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di Jackson Hole Economic Policy Symposium tentang tinjauan kerangka kebijakan moneter bank sentral AS. Investor akan mencari petunjuk tentang stimulus lebih lanjut dan dampaknya terhadap dolar, kata para ahli.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didorong oleh reli yang kuat di saham teknologi. Meski demikian, masih melonjaknya kasus infeksi covid-19 memberikan tekanan tersendiri terhadap pergerakan bursa saham Wall Street.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 83,48 poin atau 0,3 persen menjadi 28.331,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 35,11 poin atau 1,02 persen menjadi 3.478,73. Kemudian indeks Komposit Nasdaq melonjak 198,59 poin atau 1,73 persen menjadi 11.665,06.

Saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Saham Salesforce melonjak 26 persen setelah perusahaan perangkat lunak AS melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari yang diperkirakan dan mengeluarkan prospek optimistis untuk tahun ini.

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan layanan komunikasi dan teknologi masing-masing naik 3,71 persen dan 2,05 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi merosot sebanyak 2,23 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini