Dolar AS Lemah Bikin Harga Emas di USD 1.300 per Ounce

Dolar AS Lemah Bikin Harga Emas di USD 1.300 per Ounce

Berita terbaru tentang forex dan komoditas – Harga emas mengalami kenaikakn 1 persen serta menembus level USD 1.300 per ounce pada penutupan hari senin. Harga emas terus berada di level tertinggi selama satu pekan dikarenakan dolar Amerika Serikat terjebak dan berhentinya reli di pasar saham.

Menlansir dari CNBC, Selasa (9/4/2019), harga emas di pasar spot naik jadi 0,5 persen ke level USD 1.297,22 per ounce pada penutupan perdagangan di Senin. Tapi sebelumnya harga emas sempat naik 1 persen serta tembus level USD 1.303,61 per ounce. Angka tersebut adalah level tertinggi sejak 28 Maret.

Meskipun harga emas berjangka Amerika Serikat berakhir di USD 6,30 lebih tinggi ke level USD 1.301,90 per ounce.

“Ada sedikit pelonggaran dorongan resiko, dolar Amerika Serikat lemah dan kami juga melihat perolehan emas Bank sentral China. Perpaduan dari semua faktor ini telah menempatkan emas ke USD 1.300-an,” ujar Bart Melek, ahli analis komoditas di TD Securities, Toronto Amerika Serikat.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Pelaku pasar saat ini sedang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan Maret Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC, dijadwalkan pada hari Rabu besok risalah tersebut akan dirilis.

Investor menunggu risalah hasil pertemuan dari Bank Sentral Amerika Serikat tersebut untuk melihat tanda-tanda yang diberikan dan juga sikap kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat untuk masa depan.

“Jika Federal Reserve Amerika Serikat memdiskusikan tentang penurunan suku bunga (pada bulan Maret), hal ini hanya akan melemahkan sedikit dolar Amerika Serikat dan membantu kenaikan harga emas,” imbuh Melek.

Selain itu, data Bank Sentral China menandakan bahwa negara tersebut telah meningkatkan cadangan emasnya sebesar 0,6 persen menjadi 60,62 juta ons pada akhir bulan Maret.

Pada perdagangan sebelumnya atau pada Jumat pekan lalu, harga emas lemah dikarenakan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menguat terpengaruh rebound data tenaga kerja. Tapi penurunan harga emas ini tertahan oleh perlambatan pertumbuhan upah.

Melansir CNBC, Sabtu (6/4/2019), harga emas di pasar spot jatuh pada 0,2 persen menjadi USD 1.289,61 per ounce, setelah sempat mencapai level terendah sejak 25 Januari di USD 1.280,59 per ounce pada perdagangan di hari Kamis.

Harga logam mulia ini mengalami penurunan sekitar 0,1 persen sepanjang minggu ini.

Meskipun harga emas berjangka Amerika Serikat naik 1,3 persen ke level USD 1,295,60 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat yang meningkat dari level terendah selama 17 bulan pada Maret menggerakan aktivitas di sektor konstruksi. Hal ini menghilangkan kekhawatiran jika akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama.

Optimisme ini membuat Wall Street menghijau sehingga bisa menekan harga emas dikarenakan para investor memilih menempatkan portofolio investasi ke saham dari emas.

“”Ini angka yang cukup baik dan juga pada dasarnya berarti ekonomi Amerika Serikat berjalan cukup baik serta pertumbuhan akan meningkat setelah perlambatan pada kuartal pertama,” ujar ahli analis SP Angel Sergey Raevskiy.

“Ini semua baik bagi ekonomi dan ekuitas, tapi tidak untuk harga emas.” lanjutnya.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 51 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini