Dolar AS Menguat Tipis Usai The Fed Luncurkan Kebijakan Baru

Dolar AS Menguat Tipis Usai The Fed Luncurkan Kebijakan Baru

Kurs Dolar Amerika Serikat (USD) menguat tipis pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah Federal Reserve meluncurkan strategi kebijakan baru terkait inflasi. Langkah itu diambil the Fed guna memerangi dampak buruk pandemi covid-19.

Mengutip Xinhua, Jumat, 28 Agustus 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,0048 persen pada 93,0093. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1821 dari USD1,1815 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3204 dari USD1,3190 pada sesi sebelumnya.

pelatihan forex di didimax

Dolar Australia naik menjadi USD0,7258 dibandingkan dengan USD0,7226. Dolar AS dibeli 106,61 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 106,01 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9087 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9086 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3128 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3153 dolar Kanada.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengumumkan bank sentral AS akan berusaha mencapai inflasi rata-rata dua persen dari waktu ke waktu, strategi baru untuk melaksanakan kebijakan moneter guna membantu memerangi pandemi covid-19 dan meningkatkan pemulihan ekonomi.

“Oleh karena itu, setelah periode ketika inflasi telah berjalan di bawah dua persen, kebijakan moneter yang sesuai kemungkinan akan bertujuan untuk mencapai inflasi di atas dua persen untuk beberapa waktu,” kata Powell dalam sambutannya pada konferensi penelitian tahunan Jackson Hole di Kansas City Fed.

Pendekatan baru datang setelah Komite Pasar Terbuka Federal, komite pembuat kebijakan Fed, secara resmi menyetujui perombakan pernyataan bank sentral AS tentang tujuan jangka panjang dan strategi kebijakan moneter menyusul tinjauan selama setahun terhadap kerangka kebijakan moneternya.

Di sisi lain, rata-rata indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena para investor meneliti strategi kebijakan baru Federal Reserve AS tentang inflasi dan sejumlah data ekonomi utama.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 160,35 poin atau 0,57 persen menjadi 28.492,27. Sedangkan S&P 500 naik 5,82 poin atau 0,17 persen menjadi 3.484,55. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 39,72 poin atau 0,34 persen menjadi 11.625,34.

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

 

 

 

source : Medcom

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini