Dolar AS Perkasa Imbas Perbaikan Data Manufaktur, Rupiah Diprediksi Loyo

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (2/9/2020) bergerak melamah terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pagi ini nilai tukar regional terlihat tertekan terhadap dolar AS. Penguatan dolar AS ini dipicu oleh membaiknya data indeks aktivitas manufaktur AS di Agustus yang dirilis semalam.

Sehingga, sentimen ini bisa turut menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, ditambah faktor deflasi dalam negeri bulan Agustus yang mengindikasikan daya beli masyarakat belum membaik.

Namun di sisi lain sikap The Fed yang longgar bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu jauh.

“Potensi rupiah terhadap dolar AS hari ini di kisaran Rp 14.500 – Rp 14.700,” ujar Ariston dalam riset hariannya, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Selasa kemarin (1/9/2020) berada di level Rp 14.572 per dolar AS. Level itu melemah dibanding pergerakan Senin sebelumnya di level Rp 14.563 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 14.615 per dolar AS. Posisi itu melamah dibandingkan pada Senin sebelumnya yang di level Rp 14.554 per dolar AS.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *