Dolar AS ‘Tenggelam’

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena euro mempertahankan momentum penguatan. Adapun euro naik menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral Eropa yang dijadwalkan pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB).

Mengutip Xinhua, Kamis, 10 September 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,20 persen menjadi 93,2586. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1808 dari USD1,1780 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2989 dari USD1,2990 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi USD0,7270 dibandingkan dengan USD0,7215. Dolar AS dibeli 106,21 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 106,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9125 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9173 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3163 dolar Kanada dari 1,3222 dolar Kanada.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), kembali pulih usai kerugian besar baru-baru ini. Meski demikian, para investor terus mencermati pergerakan kasus infeksi covid-19 yang terus naik di AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 439,58 poin atau 1,60 persen menjadi 27.940,47. Sedangkan S&P 500 naik 67,12 poin atau 2,01 persen menjadi 3.398,96. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 293,87 poin atau 2,71 persen menjadi 11.141,56.

Keuntungan datang karena sektor teknologi kembali bangkit. Saham Tesla melonjak hampir 11 persen, menjadi yang berkinerja terbaik. Saham Tesla sebelumnya anjlok lebih dari 21 persen. Saham raksasa teknologi lain seperti Apple, Microsoft, Facebook dan Amazon juga ditutup lebih tinggi.

Semua 11 sektor utama S&P 500 bergerak maju, dengan sektor teknologi naik 3,35 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan sembilan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

Pergerakan pasar pada Rabu mengikuti aksi jual besar-besaran yang dipimpin oleh sektor teknologi selama tiga hari di Wall Street yang mendorong Nasdaq turun lebih dari 10 persen dan masuk ke wilayah koreksi. Ada harapan agar kondisi di pasar modal kian membaik di masa mendatang.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *