Dolar AS Terus Naik di Tengah Pelemahan Euro

Pada perdagangan pasar valuta asing kurs dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan di tengah kekhawatiran Bank Sentral Eropa terhadap kenaikan euro. Dilansir dari economy.okezone.com hal ini pun membuat investor menjual euro.

Setelah euro menyentuh level USD1,20 awal pekan ini, kekhawatiran muncul di pasar. Bank Sentral Eropa menilai jika euro terus menguat maka akan membebani ekspor dan meningkatkan tekanan terhadap stimulus moneter.

“Secara keseluruhan, komentar menunjukkan bahwa tanggapan kebijakan dari ECB untuk membantu melemahkan euro tampaknya tidak mungkin. Mereka akan lebih mengandalkan jawboning untuk meredam kekuatan euro untuk saat ini,” kata Analis Mata Uang MUFG Lee Hardman, dilansir dari CNBC, Jumat (4/9/2020).

Euro pun berakhir turun 0,4% pada USD1,1806, setelah tergelincir di awal sesi ke level terendah USD1,1789.

Sedangkan, indeks dolar terhadap mata uang lainnya naik 0,3% ke 92,96. Dolar yang lebih kuat menekan pound Inggris 0,5% menjadi USD1,3287 dan mata uang Norwegia turun 0,4% menjadi USD8,8750.

Sebelumya, dolar Amerika Serikat balik menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dolar naik dari posisi terendah usai aktivitas manufaktur di AS menunjukkan penguatan. Sementara itu, euro turu dari level tertinggi sejak 2018 karena aksi ambil untung.

Institute for Supply Management mencatat data ekonomi yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur AS. Hal tersebut terlihat dari lonjakan pesanan baru selama Agustus 2020.

Data AS mengikuti indikator manufaktur China dan Eropa yang sama optimisnya. Peningkatan permintaan produksi ini telah berkontribusi pada kenaikan greenback.

Indeks dolar naik tipis 0,5% pada 92,80, setelah mencapai level terendah sejak April 2018 di 91,737.

Sumber : www.investing.com

PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini