Harga Emas Naik Kamis Pagi Kendati Dolar AS Menguat Pasca Rilis Data Ekonomi

Harga emas bergerak naik pada Kamis (03/09) pagi kendati dolar AS mengalami penguatan pasca pulihnya sektor manufaktur di Amerika Serikat yang mendorong harapan pemulihan cepat ekonomi akibat terdampak pandemi covid-19.

   Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (03/09) pagi, harga emas berjangka naik 0,44% ke $1.953,20 per ons pukul 08.59 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD meningkat 0,27% ke 1.948,18. Sedangkan indeks dolar AS menguat 0,15% di 92,787. Pesanan baru atas produk buatan Amerika Serikat meningkat melampaui ekspektasi pada bulan Juli, sementara rilis data sektor manufaktur AS Selasa menunjukkan kegiatan sektor ini kembali meningkat dekati level tertinggi dua tahun pada bulan Agustus. Data tersebut menambah optimisme seputar pemulihan yang stabil. Gaji karyawan swasta di Amerika Serikat juga bertambah namun kurang dari estimasi pada bulan Agustus dan ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat. Investor sekarang fokus pada laporan klaim awal pengangguran Amerika Serikat pada hari Kamis dan data gaji pekerja sektor non pertanian pada hari Jumat. Dari tanah air pagi ini, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level harga Rp1.024.000 dari Rabu kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.24 WIB.

  Futures emas lebih rendah selama sesi AS pada Rabu. Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.946,45 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 1,64%. Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.914,70 dan resistance pada USD2.001,20. Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,56% dan diperdagangkan pada USD92,852. Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember jatuh 3,94% dan diperdagangkan pada USD27,517 per troy ons sedangkan Tembaga.

  Harga emas turun pada Rabu (02/09) pagi ditekan penguatan dolar Amerika Serikat pasca rilis data optimis sektor manufaktur AS mendorong harapan pemulihan ekonomi global dan membatasi permintaan atas logam safe haven. Harga emas turun 0,50% ke $1.969,00 per ons pukul 09.10 WIB dan XAU/USD melemah 0,39% di $1.962,88 per ons menurut data Investing.com. Sedangkan indeks dolar AS naik tipis  0,08% di 92,412 di tengah spekulasi pendekatan kebijakan moneter baru dari Federal Reserve bahwa suku bunga AS akan tetap rendah. Diberitakan Reuters Rabu (02/09) pagi, bank sentral AS perlu mengeluarkan lebih banyak stimulus untuk memenuhi janji barunya untuk mendorong pertumbuhan sektor pasar tenaga kerja dan meningkatkan inflasi, Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan Selasa. Senat Partai Republik AS kemungkinan besar akan mendorong RUU bantuan covid-19 versinya sendiri minggu depan dengan menawarkan tambahan bantuan federal senilai $500 miliar, kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan. Sementara itu, aktivitas manufaktur di AS meningkat pada bulan Agustus di tengah lonjakan pesanan baru. Lebih dari 25,61 juta orang dilaporkan positif covid-19 di seluruh dunia dan 851.300 orang telah meninggal dunia mengutip data laporan. Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp1.026.000 Selasa kemarin menjadi Rp1.024.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.39 WIB.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *