Harga Emas Rebound Setelah Melemah 3 Hari Berturut-turut

Harga Emas Rebound Setelah Melemah 3 Hari Berturut-turut

Harga komoditi emas berjangka berbalik arah menguat (rebound) pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Senin atau Selasa pagi WIB (21/4/2020), setelah tiga hari berturut-turut melemah karena jatuhnya harga minyak mentah Amerika Serikat ke level terendah, sehingga memukul aset berisiko dan mendorong para investor beralih ke aset safe haven.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik sekitar US$ 12,4 atau 0,73 persen, menjadi US$ 1.711,2 per ounce. Harga emas berjangka jatuh sekitar US$ 32,9 atau 1,9 persen menjadi US$ 1.698,8 per ounce pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2020), setelah selama dua hari sebelumnya merosot masing-masing US$ 8,5 atau 0,49 persen dan US$ 28,7 atau 1,62 persen.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

“Emas naik karena langkah stimulus moneter global yang belum pernah terjadi sebelumnya akan ditambah, dan gejolak industri minyak,” ujar analis pasar OANDA, Edward Moya.

Pasar ekuitas global terpukul karena anjloknya harga minyak mentah Amerika Serikat, yang telah merosot lebih dari 100 persen menjadi negatif untuk pertama kalinya.

Minyak telah tertekan selama berminggu-minggu, karena wabah virus corona (Covid-19) sehingga memukul permintaan. Meskipun Arab Saudi dan sekutunya sepakat, untuk memotong pasokan sebesar 9,7 juta barel per hari, itu tidak akan dengan cepat mengurangi kelebihan pasokan global.

Logam mulia mendapat dukungan tambahan ketika Dow Jones Industrial Average turun sekitar 2,44 persen menjadi 23.650,44 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 1,79 persen menjadi 2.823,16. Nasdaq Composite turun 1,03 persen menjadi 8.560,73.

Emas mendapat dukungan lebih lanjut karena laporan yang dirilis oleh Federal Reserve (Fed) Chicago Senin (20/4/2020) menunjukkan indeks aktivitas nasionalnya minus 4,19 pada Maret. Analis mencatat angka ini jauh lebih buruk dari angka sebelumnya 0,06.

Namun, indeks Dolar Amerika Serikat yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya menguat sebesar 0,08 poin atau 0,08 persen ke level 99,86 pada pukul 17.50 GMT, menahan kenaikan emas lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman periode bulan Mei naik 31,9 sen atau 2,09 persen, menjadi di kisaran level harga US$ 15,614 per ounce. Platinum pada pengiriman periode bulan Juli meningkat US$ 10,7 atau 1,36 persen, menjadi US$ 796 per ounce.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

 

 

 

Sumber : beritasatu

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *