Harga Minyak Stabil di Tengah Penurunan Pasokan AS

Harga minyak tak bergerak banyak pada perdagangan Rabu (23/9/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan harga minyak mentah AS turun pekan lalu.

Melansir Xinhuanet, Jakarta, Kamis (24/9/2020), harga minyak Brent untuk pengiriman November naik 5 sen menjadi USD41,77 dolar per barel. Sedangkan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 13 sen menetap di USD39,93 per USD.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan, persediaan minyak mentah AS turun 1,6 juta barel selama pekan yang berakhir 18 September. Laporan EIA juga menunjukkan bahwa total stok bensin motor dan persediaan bahan bakar distilat turun masing-masing sebesar 4,0 juta barel dan 3,4 juta barel, pekan lalu.

Amerika Serikat telah menjadi produsen minyak utama dalam beberapa tahun terakhir dengan bantuan pertumbuhan produksi minyak serpihnya. Sementara itu, China terus menjadi salah satu konsumen minyak terbesar dunia.

Menurut rilis terbaru dari Biro Statistik Nasional China, produksi minyak mentah China naik 2,3 persen tahun ke tahun menjadi 16,65 juta ton pada Agustus, lebih cepat dari kenaikan 0,6 persen yang tercatat di bulan Juli.

Pergerakan harga minyak ini cenderung stabil sejak pekan lalu. “Pada April dan Mei, China pada dasarnya membersihkan kelebihan pasokan minyal global dan masih berlanjut meski ada hambatan logistik,” kata Eugene Lindell, senior crude market analyst JBC Energy kepada Reuters.

Lindell menambahkan bahwa seluruh dunia kecuali China perlu mempertimbangkan lagi potensi ketersediaan minyak yang meningkat. “Saudi dan produsen lain sedikit meningkatkan produksi,” imbuh Lindell.

China memborong minyak sejak April dengan memanfaatkan penurunan harga minyak. Aktivitas ekonomi China yang buka lebih awal daripada negara-negara lain menyebabkan permintaan minyak meningkat. Tapi, Lindell menambahkan bahwa laju pembelian minyak China masih cenderung mendatar.

OPEC+ memutuskan untuk menjaga pemangkasan sebesar 7,7 juta barel per hari di bulan Agustus.

Harga minyak mentah menuju koreksi terendah dalam sepekan sejak pertengahan Juni 2020 menyusul penguatan dolar AS, prospek kenaikan pasokan, dan turunnya permintaan.

Mengutip Bloomberg pada Jumat (4/9/2020), harga minyak WTI kontrak pengiriman Oktober turun 19 sen menjadi US$41,17 per barel di New York Merchantile Exchange pukul 8.12 pagi Sydney, Australia.

Sedangkan harga minyak Brent kontrak pengiriman November terdepresiasi 36 sen dan mengakhiri sesi perdagangan pada level US$44,07 per barel.

Head of Global Commodity Strategy TD Securities Bart Melek menilai koreksi yang dalam di pasar saham baru-baru ini mencerminkan risiko investor yang ingin mengurangi risiko. Hal ini pun berdampak terhadap pergerakan harga minyak.

“Pada saat yang sama, kami melanjutkan respons terhadap kekhawatiran bahwa pasokan minyak tetap tinggi daripada yang diantisipasi,” kata Melek seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (4/9/2020).

Setelah empat bulan reli, harga acuan minyak berjangka di AS melemah pada awal September karena permintaan mulai berkurang seiring dengan masuknya masa pemeliharaan kilang.

Pemeliharaan fasilitas kilang akan membuat permintaan turun dan marjin laba produsen minyak akan melemah ke level terendah.

Pemulihan ekonomi global pasca pandemi juga masih berlangsung, tetapi beberapa daerah yang telah membuka diri dari lockdown tetap memiliki tantangan gelombang penyebaran yang baru.

“Jika marjin pengilangan tetap rendah, akan ada alasan untuk memperpanjang kebijakan pembalikan arah sekarang ini, karena potensi biaya peluang [opportunity cost] untuk turun tidak terlalu besar,” kata Energy Equity Analyst CFRA Research.

Dari sisi penawaran, negara-negara OPEC+ sudah mengurangi produksi sejak Agustus. Namun, Arab Saudi masih meningkatkan produksi melebihi 400.000 barel per hari dalam sebulan.

Belum lagi, sinyal yang diberikan Irak untuk memperpanjang masa kompensasi pemangkasan minyak yang lebih banyak karena “curang” pada awal tahun ini menambah kekhawatiran pasokan minyak

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini