Jerman dan Prancis Minta Jaminan Bila Brexit Ditunda

Jerman dan Prancis Minta Jaminan Bila Brexit Ditunda

Berita terbaru forex hari ini – Jerman dan Prancis bersikukuh harus ada jaminan jika Inggris menunda Brexit kembali. Di waktu yang sama Perdana Menteri Inggris Theresa May bersiap mengusulkan penundaan Brexit ke Jerman dan Prancis.

Dua partner Inggris di Uni Eropa tersebut mengatasi kebuntuan Brexit jika penundaan tersebut disetujui. Pemerintah Jerman dan Prancis memberi isyarat mereka tidak akan memberikan cek kosong kepada Inggris meskipun mereka juga ingin menghindari Brexit yang simpang siur pada minggu ini.

“Kami sangat, sangat kecewa dengan situasi ini,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Jerman Michael Roth, ketika baru tiba di pertemuan Uni Eropa di Luxembourg, Selasa, 9 April.

Akantetapi Roth juga menjelaskan Brexit yang tidak tertib akan menjadi ‘pilihan terburuk’. Pemerintahan May yang dikuasai Partai Konservatif sedang negosiasi dengan lawan utama mereka Partai Buruh. Kedua belah pihak sedang berusaha mencari titik temu sebelum pemimpin negara Uni Eropa mengambil keputusan apakah mengabulkan permintaan perpanjangan Brexit atau tidak.

Bila mereka menolak lalu Inggris harus keluar dari Uni Eropa secara mendadak pada hari Jumat 12 April ini, yang merupakan tanggal yang sudah ditetapkan beberapa pekan sebelumnya. Seharusnya Inggris sudah meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret lalu.

May juga meminta Brexit diperpanjang hingga 30 Juni. Pada Selasa ini ia akan mengunjungi Berlin untuk bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel kemudian ke Paris untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Kami berharap pada akhirnya kami mempunyai langkah subtansial ke arah yang benar – sejauh ini jelas tidak ada perubahan, kami tentu memikirkan memperpanjang Brexit, untuk memperpanjangnya lebih lama lagi, tapi harus ada ikatan sesuai yang ketat,” imbuh Roth.

Ia bersikukuh Inggris tidak bisa berprediksi tidak berpartisipasi dalam pemilihan Parlemen Uni Eropa di 23-26 Mei mendatang. Roth menjelaskan Uni Eropa membutuhkan kemajuan yang subtansial dari Inggris.

Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk mendorong 27 negara Uni Eropa lainnya untuk merekomendasi Inggris perpanjangan waktu yang fleksibel sampai satu tahun. Untuk memastikan agar Brexit tidak berjalan dengan berantakan serta dapat merusak perdagangan dan menyakiti banyak negara Uni Eropa.

Menteri Hubungan Eropa Prancis Amélie de Montchalin menjelaskan jika perpanjangan waktu dikabulkan lalu 27 negara Uni Eropa lainnya membutuhkan tanggung jawab May. Pemerintahan Inggris akan terus melanjutkan tugas konstruktif dalam pengambilan keputusan di Uni Eropa.

“Jika perpanjang waktu disetujui kami mempunyai pertanyaan tugas apa yang ingin Inggris mainkan,” ujar Montchalin.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini