Keandalan Data ADP Dan ISM Untuk Memprediksi NFP

Dengan timbulnya ketegangan di Ukraina dan Rusia awal bulan ini yang mengejutkan pasar, dan kemudian mereda, investor kembali fokus pada data Non-Farm Payrolls atau NFP AS (dirilis pada 7 Maret 2014). Dengan anjloknya data NFP AS selama 2 bulan berturut-turut pada Desember 2013 dan Januari 2014, maka The Fed tentu sangat mengharapkan NFP bulan Pebruari menguat, atau lebih besar dari harapan pasar, agar program tapering yang telah direncanakan bisa tetap dijalankan.

Namun demikian 2 hari sebelum rilis NFP dari biro statistik tenaga kerja, Automatic Data Processing, Inc. (ADP) merilis perkiraan NFP yang lebih kecil dari angka harapan pasar, dan kita tahu rilis NFP Jum’at 7 Maret lalu ternyata berada diatas perkiraan dan lebih besar dari rilis perkiraan ADP. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat data ADP Non-Farm Employment Change dan indeks ISM Non-Manufacturing AS dalam memprediksi data NFP.

Menurut data ADP, perusahaan-perusahaan di AS hanya menambah 139,000 pekerjaan pada bulan Pebruari 2014, lebih kecil dari perkiraan yang 159,000. Sedang data bulan Januari lalu direvisi turun dari semula 175,000 ke 127,000 pekerjaan. ADP tampaknya sering mengalami kesulitan (meleset) dalam memprediksi angka NFP, dan revisi yang terjadi untuk bulan Januari tersebut menunjukkan data ADP yang kurang akurat.

Seperti tampak pada chart perbandingan diatas, ADP telah meleset dengan perkiraan yang lebih besar (over-estimated) sebanyak 6 kali. Tetapi jika dilihat pada data selama setahun (12 bulan) , maka over-estimated terjadi 7 kali atau 58%. Dengan demikian bisa dikatakan ADP lebih cenderung memberi prediksi NFP yang berlebihan dengan rata-rata perbedaan sekitar 50,000 pekerjaan.

Karena sektor jasa sangat mempengaruhi perekonomian AS, maka secara tradisional komponen tenaga kerja dari indeks ISM Non-Manufacturing dianggap sebagai indikator awal NFP. Untuk bulan Pebruari 2014, hasil rilis indeks ISM sektor jasa adalah yang terendah sejak Pebruari 2010, dan komponen tenaga kerja turun ke level terendahnya sejak Maret 2010. Namun demikian pada saat terakhir komponen tenaga kerja mengalami kontraksi, NFP relatif malah menguat. NFP bertambah 156,000 pekerjaan pada Maret 2010 setelah turun 50,000 pada bulan sebelumnya, dan pada Nopember 2011 saat terakhir komponen tenaga kerja ISM mengalami kontraksi NFP naik 164,000 pekerjaan.

Tampak pada chart diatas, dalam waktu 8 bulan sebelum ini, perubahan komponen tenaga kerja dari indeks ISM Non-Manufacturing bisa memprediksi perubahan NFP dengan akurat sebesar 75%, namun jika kita lihat sampel hingga 12 bulan kebelakang, akurasi berkurang hingga 58%. Pada sampel yang lebih besar lagi, ISM Non-Manufacturing masih cukup andal untuk memprediksi NFP.

Dengan demikian baik data ADP maupun komponen tenaga kerja dari indeks ISM Non-Manufacturing bisa dikatakan kurang andal dalam memprediksi data NFP, hanya sekitar 58% keakuratannya, namun ISM Non-Manufacturing masih lebih bisa diandalkan.

TEMPAT BELAJAR FOREX DI PALEMBANG

Sumber : Mitra Forex

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *