Kebijakan The Fed Dorong Dolar AS ke Level Terendah

Pada perdagangan pasar valuta asing Kurs dolar Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah atau mengalami kerugian dalam empat bulan berturut-turut hingga perdagangan Senin waktu setempat. Dilansir dari economy.okezone.com hal tersebut karena Federal Reserve melakukan perubahan kebijakan terkait inflasi.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS pun turun 0,15% ke level 92,097. Secara keseluruhan, dolar selama Agustus 2020 telah turun 1,24% atau menjadi pelemahan terburuk dalam lima tahun dan kerugian bulanan terpanjang sejak musim panas 2017.

Analis Commerzbank menilai, para investor menyesuaikan pidato yang disampaikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Di mana The Fed melakukan perubahan kebijakan akomodatif yang diyakini dapat mengakibatkan inflasi bergerak sedikit lebih tinggi dan suku bunga tetap lebih rendah dengan waktu yang lama.

“Jika seseorang memperkirakan daya beli dolar domestik akan terkikis lebih cepat (seperti itulah inflasi), sulit untuk berasumsi bahwa hal itu akan mempertahankan daya beli di pasar FX dalam jangka panjang,” tulis riset Commerzbank, dilansir dari CNBC, Selasa (1/9/2020).

Pernyataan Powell minggu lalu melanjutkan tren penurunan dolar. Stimulus The Fed untuk mengimbangi efek ekonomi dari pandemi telah mendorong aset berisiko lebih tinggi dan mengurangi permintaan dolar sebagai safe-haven.

Sementara itu, Euro naik 0,35% terhadap dolar AS ke level USD1,195. Yen melemah 0,48% menjadi USD105,84 karena pandangan bahwa pemimpin Jepang berikutnya akan tetap menggunakan kebijakan ekonomi ‘Abenomics’. Yen pun belum menguat secara proporsional terhadap pelemahan dolar.

Sumber : www.investing.com

PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini