KESALAHAN TRADING YANG TIDAK DISADARI

Dalam bertransaksi, ada banyak kesalahan trading yang menyebabkan para trader pemula sering mengalami loss, hal tersebut bisa terjadi karena faktor kelalaian, karena belum terlalu memahami apa yang mereka lakukan dengan baik ataupun karena faktor kelalaian, dan mungkin bisa jadi karena mereka masih tergolong baru alias belum berpengalaman dalam bidang yang mereka geluti.

Trader pemula hanya tertarik untuk mendapat profit. Akibatnya, begitu posisi memasuki “zona merah”, mereka akan mempertahankan posisi floating minus tersebut dengan harapan harga akan segera berbalik kembali searah dengan posisi mereka. Begitu juga bila posisi sudah mulai masuk zona profit, trader pemula biasanya terlalu cepat menutup posisi. Intinya, strategi masuk dan keluar pasar masih didominasi oleh emosi.

Hindari Kesalahan-Kesalahan Merugikan Ini :

a. Memasang Take Profit dan Stop Loss terlalu rapat

Perlu diketahui, pasar Forex berbeda dengan pasar saham ataupun komoditas. Gejolak harga lebih sering terjadi pada pasar Forex, karena sejatinya tidak ada bursa sentral yang mampu membatasi lalu lintas volume trading dari tiap partisipannya. Dengan kata lain, tidak ada larangan bagi siapapun untuk meletakkan volume trading raksasa kapanpun mereka inginkan.

b. Salah mengukur Lot sebagai patokan memasang Take Profit Atau Stop Loss

Contoh si Budi adalah seorang trader kemarin siang. Dia hanya mengalokasikan uangnya supaya tiap posisi hanya terbatasi sekitar US $100. Saking cupunya dia, baru trading sudah pakai satu lot penuh, bagus. Tak pikir panjang, dia hanya menggeser jarak Stop Loss (uang yang berani ditradingkan) sampai mencapai nilai batasan tadi. Coba diperiksa, karena ketidakpahamannya, akhirnya si Budi cuma memasang Take Profit serta Stop Loss tidak jauh dari posisi entry. Kena, deh. Kena Stop Loss, maksudnya.

c. Memasang Take Profit Serta Stop Loss persis menempel di batas Support dan Resistance

Mungkin bagi kita para veteran, garis support dan resistance hanya berlaku sebagai panduan saja. Lain halnya dengan pemula, masih banyak anggapan bahwa kedua garis tersebut mutlak diikuti karena kata guru mereka, “harga akan berulang, nak”. Ya, ada benarnya juga kata si Master tadi, tapi dalam kenyataannya harga bergerak dalam distribusi acak. Jadi, kemungkinan besar harga akan lebih sering mengalami reversal atau koreksi sebelum menyentuh batas-batas tadi. Jikapun ternyata harga telah menyentuh salah satu batas tadi, kemungkinan trend breakout akan terjadi.

d. Terlalu sering memasuki pasar

Berpikir dengan sering memasuki pasar maka akan semakin banyak pula keuntungan yang didapat, tapi fakta menunjukan mereka yang sering memasuki hanya akan selalu tergoda untuk melakukan transaksi bahkan yang tidak menguntungkan sekalipun.

e. Terlalu sibuk mencari pembenaran

Tidak ada ada satupun strategy trading yang bersifat sempurna.

Selain hanya membuang waktu yang anda miliki hal tersebut juga dinilai tidak akan efektif mengingat setiap trader mempunyai variable yang berbeda dari segi modal hingga kemapuan penanganan resiko. Semakin banyak banyak anda mencari trading plan yang sempurna maka akan semakin bingung anda untuk mengaplikasikannya.

 

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *