KOMBINASI FIBONACCI DAN INDIKATOR TEKNIKAL

Tidak sedikit trader yang kesulitan menerapkan Strategi Trading  Forex untuk menemukan kombinasi indikator yang tepat untuk Fibonacci. Fibonacci baik expansion, retracement, maupun fan merupakan alat bantu yang banyak digunakan dalam trading.

Interprestasi antara Fibonaci dengan indikator merupakan dua hal yang berbeda. Penunjukkan level-level Fibonacci tidak akan berpengaruh terhadap penunjukkan indikator namun dapat digunakan sebagai konfirmasi validitas penunjukkan indikator. Berikut ini adalah beberapa indikator yang dapat dipertimbangkan untuk strategi Trading Forex Anda.

MA dan William%R

Anda dapat menggunakan MA dan William%r karena kedua indikator ini memiliki fungsi yang berbeda. Indikator MA dapat membantu Anda mengetahui arah trend, resistance, dan level support. Sedangkan indikator William%R berperan sebagai oscillator yang dapat digunakan untuk menentukan momen yang tepat untuk entry dengan melihat kurva indikator terhadap oversold dan overbought serta melihat kemungkinan adanya divergensi bullish maupun bearish.

Saksikan video pilihan kami

RSI

Relative Strength Index (RSI) merupakan indikator oscillator yang populer untuk disandingkan dengan Fibonacci Retracement. Fibonacci Retracement dapat membantu menentukan level resistance dan support sementara itu indikator RSI berperan sebagai konfirmator. Strategi Forex ini dapat diaplikasikan untuk seluruh time frame trading dengan rasio Risk/Reward minimal 1:2

Para trader Forex umumnya menggunakan Fibonacci Retracement untuk melihat level support atau resistance yang tersembunyi di mana level-level ini sering mengalami penembusan atau koreksi. Level-level retracement yang wajib diperhatikan yaitu 23,6%, 38,2%, 50%, dan juga 61,8%. Keempat level ini juga sering disebut angka rasio Fibonacci. Tidak sedikit trader yang beranggapan bahwa level 50% dan 61.8% sebagai level paling krusial karena di level-level ini sering terjadi reaksi signifikan.

Bagi yang baru mempelajari teori Fibonacci Retracement untuk strategi Trading Forex, Anda mungkin akan bertanya-tanya level yang harus diperhatikan dan bagaimana mengetahui reaksi yang akan terjadi di level tertentu, apakah akan break atau koreksi? Memang, level-level Fibonacci Retracement hanya menunjukkan resistance dan support.

Untuk mengetahui reaksi pergerakan harganya, Anda harus menggunakan alat bantu lain dalam strategi Trading Forex misalnya Price Action yang sering membentuk formasi tertentu di candlestick maupun indikator teknikal. Pada time frame yang rendah misalnya 30 menit, 1 jam, atau kurang dari 4 jam, sering terjadi kesalahan karena adanya sinyal – sinyal palsu jika trader hanya mengandalkan formasi Candlestick atau setup Price Action. Jadi, di bawah time frame daily, para trader biasanya menggunakan RSI untuk konfirmasi.

Jika pergerakan harga menunjukkan HH (Higher High) namun indikator teknikal menunjukkan LH (Lower High), ini berarti ada perlambatan momentum di level resistance. Hal tersebut dapat dilihat dari kesenjangan yang terjadi. Kondisi ini dapat menjadi sinyal untuk entry sell. Trader dapat menentukan stop loss beberapa pip di atas level Fibonacci Retracement 50% dan take profit di level support 102.00. Anda juga dapat menetapkan Risk/Reward Ratio lebih dari 1:1.

Selain menggunakan kombinasi indikator yang tepat, ada lagi beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Fibonacci untuk meminimalisir resiko trading forex. Hal yang perlu diperhatikaan di antaranya adalah menentukan titik penarikan Fibonacci secara konsisten, selalu mengecek tren jangka panjang, dan menghindari timeframe trading yang terlalu sedikit.

Info lebih lanjut anda bisa hubungi nomor 0821-1308-0153 (WA), atau bisa klik gambar di bawah ini :

BIMBINGAN TRADING FOREX DI ACEH TENGGARA

 

 

(Visited 78 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini