Korelasi Intermarket Dalam Trading Forex

Analisa Intermarket adalah salah satu metode analisis pergerakan harga yang menelaah hubungan dan interaksi antara saham, obligasi, komoditas, dan mata uang (forex).
Para trader forex profesional selalu menerapkan analisa intermarket guna memaksimalkan keuntungan serta mengurangi resiko akibat pengaruh pasar yang lain terhadap pasar forex. Selain itu, trader forex juga bisa melakukan hedging posisi tradingnya dengan masuk pada pasar yang memperdagangkan jenis aset finansial berbeda.Analisa intermarket didasarkan pada premise bahwa pasar forex tidak terisolasi dan bergerak sendiri, melainkan merupakan bagian dari dinamika ekonomi global dan berbagai jenis pasar yang turut mempengaruhinya. Oleh karena itu, dengan mencermati pergerakan harga di berbagai jenis pasar, kita bisa memperoleh petunjuk mengenai arah gerakan suatu pasangan mata uang.

Pada umumnya, analisa intermarket dalam trading forex dilakukan dengan memperhatikan pergerakan indeks harga saham, obligasi, dan harga komoditi utama dunia. Dengan mengetahui pengaruh masing-masing jenis pasar tersebut terhadap pasar forex, kita bisa memperoleh sinyal guna memprediksi arah gerakan suatu pasangan mata uang tertentu.

Prinsip Dasar Analisa Intermarket

  1. Dalam pasar keuangan dunia, ada empat instrumen yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu indeks harga saham, harga dan yield obligasi (obligasi pemerintah atau obligasi korporasi besar), harga komoditi utama dunia, serta pasangan beberapa mata uang utama (terhadap USD maupun cross currency).
  2. Indeks harga saham digunakan untuk mengetahui arah perputaran uang dalam ekonomi global. Dalam keadaan normal, jika indeks harga saham suatu negara menguat, maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat. Demikian pula sebaliknya.
  3. Harga obligasi dan yield obligasi digunakan untuk mengetahui gambaran pergerakan tingkat suku bunga suatu negara.
  4. Harga utama komoditi di Dunia digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat inflasi, serta tingkat permintaan dan penawaran (demand and supply) pada beberapa negara eksportir-importir utama komoditi dunia.

Hubungan Antara Saham Dan Pasar Mata Uang

Analisa intermarket seringkali bermula dari indeks harga saham. Pasar saham adalah acuan utama pasar keuangan, sedangkan indeks harga saham mewakili tingkat harga saham-saham utama (blue chips) suatu negara.

Untuk membeli saham suatu negara, kita harus menggunakan mata uang negara tersebut. Untuk melakukan investasi pada saham-saham utama Jepang, investor dari Eropa harus menukarkan mata uang Euro-nya dengan Yen Jepang. Permintaan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik. Sebaliknya, penjualan mata uang Euro menyebabkan supply-nya meningkat, sehingga nilai tukarnya berkurang.

Jika prospek pasar saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut hingga memperkuat nilai tukar mata uangnya. Sebaliknya, jika pasar saham memburuk, maka para investor akan memindahkan dananya ke negara lain yang prospek pertumbuhannya sedang bagus, sehingga mata uang negara tersebut akan melemah.

Hubungan Pasar Saham Dan Nilai Tukar Mata Uang

Walau demikian, keadaan seperti di atas hanya bisa terjadi dalam kondisi perekonomian global yang normal. Apabila perekonomian dunia dalam kondisi krisis atau resesi global, keadaan sebaliknya bisa saja terjadi. Sebagai contoh, korelasi antara indeks harga saham Nikkei dan USD/JPY (gambar bawah) :

Trading Forex Dengan Analisa Intermarket

Sebelum resesi ekonomi global yang dimulai tahun 2007, indeks harga saham Nikkei dan mata uang JPY searah, atau dengan kata lain, indeks Nikkei dan USD/JPY bergerak berlawanan (korelasi negatif). Dengan demikian, maka jika indeks Nikkei menguat maka JPY juga menguat (USD/JPY melemah). Namun, setelah terjadi krisis keuangan yang diikuti oleh resesi global, korelasi indeks Nikkei dan USD/JPY berubah menjadi positif yang berarti jika indeks Nikkei menguat maka JPY melemah (USD/JPY menguat).

Setiap timbul gejolak di pasar finansial, yang terpukul duluan adalah pasar saham, baru kemudian pasar obligasi dan nilai tukar mata uang. Sedangkan pasar saham di seluruh dunia umumnya bergerak ke arah yang sama atau mempunyai korelasi positif. Ketika terjadi krisis ekonomi global, harga saham-saham di berbagai negara akan berjatuhan. Sebagai contoh, berikut korelasi antara indeks saham Dow Jones (AS) dan indeks saham Nikkei (Jepang).

Trading Forex Dengan Analisa Intermarket

Beberapa indeks harga saham penting dunia yang perlu diperhatikan sebagai indikator utama dalam analisa intermarket adalah:

  • Dow Jones Industrial Average (DJIA, atau Dow Jones) – Amerika Serikat
  • Standard & Poor 500 (S&P 500) – Amerika Serikat
  • National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ) – Amerika Serikat
  • Nikkie-Jepang
  • Deutscher Aktien Index (DAX) – Jerman
  • Dow Jones Euro Stoxx 50 (Euro Stoxx 50) – Kawasan Euro
  • FTSE -Uk
  • Hang Seng– Hongkong

Kesimpulan Mengenai Analisa Intermarket

Dari beberapa ulasan sebelumnya, sebagai dasar untuk analisa intermarket dalam trading forex dapat disimpulkan:

  1. Ada korelasi positif antar pasar saham dunia, sehingga jika indeks Dow Jones turun, maka kemungkinan indeks Nikkei juga turun. Di sisi lain, ada korelasi positif antara indeks saham dan nilai tukar mata uang suatu negara. Jika indeks Nikkei (indeks saham Jepang) melemah, maka USD/JPY juga melemah (JPY menguat); demikian pula sebaliknya.
  2. Ada korelasi positif antara pasar saham, obligasi, dan nilai tukar mata uang suatu negara. Kenaikan indeks saham dan yield obligasi menandakan prospek pendapatan (return) meninggi yang akan menarik investor masuk, sehingga menyebabkan permintaan mata uang lokal juga meningkat.
  3. Apabila selisih yield obligasi antara dua negara melebar, maka mata uang negara dengan yield obligasi lebih tinggi akan menguat terhadap mata uang negara yang yield obligasinya lebih rendah.
  4. Jika harga emas naik, maka Dolar AS cenderung melemah, AUD/USD dan NZD/USD naik (selain karena ada korelasi positif antara AUD dan NZD, Selandia Baru juga penghasil emas), sedangkan USD/CHF turun. Jika harga emas naik, maka EUR/USD cenderung naik. Emas dan mata uang Euro sering diartikan sebagai “Anti-Dollar” atau aset yang pergerakan harganya berlawanan terhadap pergerakan Dolar AS.
  5. Pergerakan Dolar AS berpengaruh terhadap harga minyak. Jika harga minyak mentah dunia naik, maka USD/CAD turun.

Jika divisualisasikan, maka berikut ini adalah simpulan mengenai analisa intermarket yang lebih mudah untuk dipahami:

Infografi Analisa Intermarket

Hubungan-hubungan yang dapat diamati melalui analisa intermarket ini nampak dalam pergerakan harga jangka panjang, sehingga bermanfaat untuk dijadikan bahan pertimbangan tambahan saat trading forex dan memberikan konteks ketika melihat dinamika pasar.

BIMBINGAN TRADING FOREX DI NIAS SUMATRA UTARA

(Visited 34 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini