Mantap! Rupiah Tekan Dolar AS ke Rp 14.730

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini tertekan. Dolar AS pagi ini berada di level Rp 14.730.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (21/9/2020). Hingga pukul 10.05 WIB, dolar AS bergerak di rentang Rp 14.700-14.730.

Nilai tukar rupiah diprediksi akan berada di jalur penguatan minggu depan. Ada beberapa faktor yang menopang mata uang Garuda mendominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan menerangkan ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penguatan rupiah kemarin dan menjadi dasar proyeksi pergerakan besok.

Untuk eksternal datang dari data ketenagakerjaan di AS yang dirilis pada hari Kamis, menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun lebih lambat dari yang diharapkan.

Di saat yang sama, data dari pasar perumahan menunjukkan bahwa bagian dari ekonomi mendingin setelah tiga bulan mengalami kenaikan yang sangat kuat.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang ini melemah 105 poin atau 0,72% ke Rp 14.730 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan harga penutupan kemarin di level Rp 14.625 per dolar AS seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/7) siang pukul 12.00 WIB.

Kurs rupiah ini turun lebih tajam dari harga pembukaan di level Rp 14.625 pada pukul 08.45 WIB.  Salah satu sentimen negatif yang menekan rupiah adalah keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan di level 4% pada Kamis kemarin.

Mata uang Asia seperti Yuan juga melemah 0,14% pada Jumat Siang. Namun dolar Singapura tercatat menguat 0,07% terhadap dolar AS.

Sebelumnya, Presiden Direktur HFX International Sutopo Widodo mengungkapkan, pemangkasan suku bunga acuan cenderung direspons negatif oleh pasar.

Mengingat, tahun ini bank sentral sudah memangkas suku bunga acuannya sebanyak 75 basis poin (bps) dan kini menjadi 100 bps ke level 4%.

“Saat suku bunga dipangkas lagi, imbal hasil surat berharga negara (SBN) tentunya akan menurun, sehingga daya tarik investasi menjadi turun dan aliran modal ke dalam negeri berisiko tertunda dan rupiah melemah,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Kamis (16/7).

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini