Meredanya Kekhawatiran Ekonomi Global, Dolar AS Melemah

Meredanya Kekhawatiran Ekonomi Global, Dolar AS Melemah

Berita terbaru tentang forex hari ini – Pada akhir perdagangan Senin Kurs atau Selasa pagi WIB dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya dikarenakan data ekonomi kuat terakhir ini sehingga mengurangi kekhawatiran tentang ekonomi global, mendesak investor untuk mengurangi posisi safe-haven di greenback.

Mata uang Euro bergerak lebih jauh di atas level terendah satu bulan yang dicapai di minggu lalu, hai ini dikarenakan investor menyeimbangkan kembali posisi mereka sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa atau ECB minggu ini.

Sterling rebound dari level terendah satu minggu terhadap dolar Amerika Serikat. Investor memantau Bisakah Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat meyakinkan Uni Eropa untuk kembali menunda keluarnya negaranya dari UE tersebut.

“Tujuannya untuk perkembangan global telah mencapai titik terendah. Lebih dari itu green shoots  atau tanda-tanda pemulihan ekonomi telah muncul,” ujar Direktur Strategi Mata Uang Amundi Pioneer Investment Management Paresh Upadhyaya seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

GRATIS EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

“Data ekonomi yang memuaskan minggu lalu dari China dan Amerika Serikat telah meningkatkan pandangan pasar, menjadikan mata uang berorientasi pertumbuhan seperti dolar Australia dan Selandia Baru,” ujar Upadhyaya.

Pukul 14.42 (18.42 GMT), indeks yang memeriksa dolar melawan euro, yen, sterling dan tiga mata uang lainnya turun 0,35% menjadi 97,056.

“Kami objektif tentang dolar Amerika Serikat,” Richard Turnill, yang merupakan kepala strategi investasi global BlackRock menulis dalam sebuah catatan penelitian. “Ini telah diingat sebagai daya tarik safe-haven tapi keuntungan bisa dibatasi oleh valuasi tinggi serta kesenjangan pertumbuhan yang menyusut di seluruh dunia.”

Prinsip seperti itu pada dolar Amerika Serikat mendorong pembelian dalam mata uang lain pada perdagangan Senin (8/4/2019).

Euro mengalami kenaikan 0,38% menjadi USD1,1261 setelah mencapai 1,1183 pada Selasa lalu (2/4/2019) adalah terendah sejak 8 Maret. Mata uang tunggal naik ke tertinggi dua minggu di 125,575 yen.

Pedagang memotong posisi jangka panjang euro minggu lalu paling banyak dalam sembilan bulan, pada data ditunjukan karena imbal hasil obligasi pokok Eropa memasuki wilayah negatif serta data PMI memperlihatkan ekonomi zona euro sedang kesulitan.

Pada minggu ini tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan pada pertemuan ECB, tapi konferensi pers sesudahnya akan menjadi pusat di tengah pembicaraan tentang suku bunga berjenjang, kekhawatiran resesi global serta sikap hati-hati yang mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman di bawah nol persen untuk pertama kalinya sejak 2016

Dolar Australia mengalami kenaikan 0,31% menjadi USD0,7128 di tengah penurunan harga-harga komoditas seperti tembaga.

Pound naik lebih jauh dari level terendah dalam satu minggu. May sedang mencari kesepakatan dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk mendapatkan persetujuan parlemen untuk kesepakatan Brexit serta mendukung perjanjian penundaan kepergian Inggris hingga akhir Juni. Sterling naik 0,25% menjadi USD 1,3068.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini